BUSHEHR, IRAN – Organisasi Energi Atom Iran secara resmi menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pelaku serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr. Sebuah proyektil dilaporkan masuk ke dalam kompleks fasilitas nuklir strategis tersebut, meski tidak menimbulkan kerusakan berarti.
Insiden ini terjadi di sekitar wilayah Kota Bushehr, Iran selatan, pada Selasa (24/3/2026) pukul 21.08 waktu setempat. Demikian dilaporkan kantor berita negara IRNA mengutip pernyataan resmi organisasi energi atom setempat.
“Musuh Amerika-Zionis telah menyerang lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr lagi,” demikian pernyataan organisasi tersebut sebagaimana dilansir TRT.
Dalam keterangan yang sama disebutkan bahwa “sebuah proyektil mengenai bagian dalam kompleks pembangkit listrik Bushehr.”
Meski proyektil berhasil mencapai area internal kompleks, otoritas Iran menyatakan insiden ini tidak berdampak signifikan terhadap operasional fasilitas.
“Laporan awal menunjukkan insiden ini tidak menyebabkan kerusakan finansial maupun teknis, atau korban jiwa, dan berbagai area pembangkit listrik tidak mengalami kerusakan,” imbuh pernyataan tersebut.
IRNA menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari “tindakan permusuhan” berkelanjutan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Insiden ini menjadi yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Serangan serupa dilaporkan terjadi pada 17 Maret lalu di dekat fasilitas nuklir yang sama, yang juga tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait tuduhan yang dilayangkan Iran.