JAKARTA – PSIM Yogyakarta menyiapkan pendekatan khusus untuk menghadapi Persija Jakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Penjaga gawang PSIM, Cahya Supriadi, optimistis timnya mampu memberikan perlawanan dan berusaha meraih hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan PSIM kontra Persija dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026), dengan sepak mula pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi tantangan bagi PSIM yang belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal musim. Sementara itu, Persija datang dengan catatan sempurna setelah memenangi tiga laga pertamanya.
Jean-Paul van Gastel Simpan Rencana Permainan
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kekuatan Persija. Namun, ia memilih tidak mengungkapkan secara terperinci taktik yang akan digunakan timnya.
Van Gastel menyampaikan bahwa rencana permainan tersebut telah dipersiapkan dan dilatih sebelum pertandingan. Ia ingin PSIM menjalankan strategi itu dengan baik ketika menghadapi Macan Kemayoran.
“Saya tidak bisa membicarakan strategi karena kami sudah memiliki rencana permainan yang dilatih sebelumnya,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Jumat (9/10/2026).
Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai Persija tetap menjadi lawan berbahaya. Meski sejumlah pemainnya baru menyelesaikan tugas bersama tim nasional, Van Gastel tidak menganggap situasi itu sebagai keuntungan bagi PSIM.
Menurutnya, para pemain Persija sudah terbiasa menjalani jadwal pertandingan yang padat sehingga PSIM tetap harus mempersiapkan diri secara maksimal.
Cahya Supriadi Siap Hadapi Mantan Klub
Kiper PSIM, Cahya Supriadi, memastikan rekan-rekannya siap menghadapi Persija. Ia menyebut seluruh pemain telah menerima arahan dari tim pelatih dan bertekad menerapkannya di lapangan.
“Secara keseluruhan pemain siap untuk menghadapi Persija besok. Pelatih sudah memberikan instruksi, kami akan melakukan yang maksimal untuk pertandingan besok,” kata Cahya.
Pertandingan tersebut juga memiliki arti tersendiri bagi Cahya karena Persija merupakan salah satu klub yang pernah dibelanya. Ia mengaku selalu antusias ketika kembali berhadapan dengan mantan timnya.
Cahya berharap PSIM dapat memanfaatkan dukungan suporter yang hadir di Stadion Sultan Agung untuk meraih hasil positif.
“Saya selalu antusias setiap kali bertemu Persija. Musim lalu kami bisa menahan imbang Persija. Hal itu bisa menjadi acuan bagi saya agar bisa tampil lebih baik daripada sebelumnya,” ujarnya.
Catatan Pertemuan PSIM dan Persija
Berdasarkan catatan resmi I.League, kedua tim bertemu dua kali pada Super League musim 2025/2026. Persija menang 2-0 saat bermain di kandang pada 28 November 2025, sedangkan pertemuan berikutnya pada 22 April 2026 berakhir imbang 1-1.
Hasil tersebut menunjukkan PSIM mampu menahan Persija pada pertemuan terakhir mereka. Catatan itu bisa menjadi modal kepercayaan diri bagi Laskar Mataram, meski pertandingan kali ini tetap menghadirkan tantangan tersendiri.
Di sisi lain, Persija berupaya mempertahankan tren positif setelah menang 1-0 atas Borneo FC, 2-1 atas Persib Bandung, dan 1-0 atas Java United FC.
Dengan kondisi kedua tim yang berbeda pada awal musim, duel di Bantul menjadi kesempatan bagi PSIM untuk memburu kemenangan perdana sekaligus menguji strategi yang telah disiapkan Van Gastel.