SUMUT – Penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara terus digenjot Kementerian Pekerjaan Umum. Hingga Kamis (5/12/2025) malam, jalur vital Tarutung–Sibolga sepanjang 64 km yang sebelumnya terputus di lebih dari 30 titik longsor kini berhasil dibuka sepanjang 38 km.
Menteri Dody Hanggodo menegaskan seluruh jajaran bergerak cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bantuan logistik segera menjangkau warga terdampak.
“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” tegas Dody Hanggodo, Jumat (6/12/2025).
Bencana yang dipicu hujan ekstrem hingga 118 mm/hari sejak 23 November 2025 ini melanda sedikitnya 40 kecamatan di 9 kabupaten/kota, antara lain Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kota Medan, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, dan Mandailing Natal.
Fokus Utama: Longsor Besar di KM 38–39 Tarutung–Sibolga
Titik kritis terberat berada di KM 38–39 ruas Tarutung–Sibolga–Barus. Material longsor menimbun badan jalan sekaligus puluhan kendaraan berat, sehingga pembersihan harus dilakukan secara estafet dan ekstra hati-hati karena terbatasnya lahan pembuangan material.
- Penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi:
- BBWS Sumatera II
- BBPJN Sumatera Utara
- Dinas PU Provinsi Sumut
- Dinas PU Kabupaten Tapanuli Utara
- TNI AD
Kontraktor BUMN Karya (WIKA, Waskita Karya, Hutama Karya)
Total 63 alat berat telah dikerahkan (excavator, dozer, wheel loader, backhoe loader, dump truck), ditambah 21 unit lainnya dalam perjalanan. Stok BBM sebanyak 3.000 liter disiagakan agar operasi 24 jam terus berjalan.
Banjir Medan: 14 Kecamatan Terendam, PU Kirim Perahu Karet hingga Hidran Umum
Di Kota Medan, banjir merendam 14 kecamatan dari Medan Marelan hingga Medan Tuntungan. BBWS Sumatera II menurunkan tim reaksi cepat dengan membawa perahu karet untuk evakuasi, menyalurkan selimut, kasur, paket sembako, serta memasang hidran umum portabel di titik pengungsian.
Mandailing Natal & Tapanuli Selatan: Dapur Umum Aktif, Toilet Portable Didatangkan
Tim TRC PU juga sudah berada di Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan. Selain mendukung mobilisasi alat berat, Kementerian PU mengirimkan toilet portable, mobile toilet, bronjong kawat, dan geobag untuk penanganan darurat tepi sungai yang jebol.
Kementerian memastikan operasi darurat berlangsung nonstop hingga seluruh jalur vital kembali normal. Koordinasi intensif dilakukan bersama BNPB, BPBD provinsi/kabupaten/kota, TNI/Polri, serta relawan.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera mengungsi jika menerima peringatan dari pemerintah daerah.