Demam Panchi-Kun atau akrab dipanggil Punch, bayi monyet yang diabaikan ibunya dan berteman dengan boneka, membuat pengunjung kebun binatang Ichikawa Zoo Jepang membludak. Dalam sehari, kebun binatang yang berada di Chiba Jepang ini menerima lebih dari 6.000 pengunjung.
Demi kenyamanan para hewan di sana dan juga para pengunjung, pengelola Ichikawa Zoo memberlakukan peraturan baru. Melalui akun sosial media dan websitenya, Ichikawa Zoo mengucapkan terima kasih atas antusiasme para pengunjung.
Ichikawa Zoo juga meminta maaf karena lonjakan pengunjung membuat antrean masuk jadi sangat lama, area parkir penuh dan jumlah pengunjung yang masuk harus dibatasi.
Setelah melakukan evaluasi, pengelola membuka area parkir darurat di samping area parkir utama. Namun jika kedua area parkir ini penuh, pengelola meminta pengunjung tidak memaksakan diri untuk parkir di rumah warga sekitar karena akan mengganggu lingkungan tersebut.
Pengelola Ichikawa Zoo menyarankan pengunjung datang pada hari kerja yang lebih sepi untuk mengindari penumpukan jumlah pengunjung di hari libur.
Pengelola juga membatasi pengunjung dan akan menutup antrean pada pukul 15.00 waktu setempat dan akan menambah jumlah staf di loket tiket manual dan staf pengatur antrean mulai Senin (23/2). Namun jika pengunjung sangat membludak, loket tiket bisa ditutup lebih cepat.
Waktu Kunjungan Melihat Punch Dibatasi
Untuk para pengunjung yang ingin melihat bayi monyet Panchi-Kun, pengelola meminta agar para pengunjung menjaga ketertiban di kandang monyet. Pengelola juga memberlakukan peraturan waktu kunjungan ke kandang monyet hanya 10 menit.
Pengelola juga memberi informasi tambahan informasi bahwa penjualan kartu tahunan (Annual Passport) ditiadakan sementara dan wahana “Trampolin Balon” (Fluffy Trampoline) tidak dioperasikan sementara.