PYONGYANG, KORUT – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan telah menempatkan putrinya yang masih belia pada posisi kunci di lembaga pengelola rudal nuklir negara itu. Langkah ini memicu spekulasi baru tentang rencana suksesi kekuasaan di Pyongyang, menurut laporan intelijen terbaru yang dikutip media Korea Selatan.
Seorang pejabat tinggi pemerintahan Seoul mengungkapkan bahwa Ju Ae, putri Kim yang diperkirakan berusia 13 tahun, kini memegang jabatan Kepala Biro Rudal Umum. Unit ini berada di bawah Administrasi Rudal dan bertanggung jawab atas arsenal nuklir Korea Utara, seperti dilaporkan harian Chosun Daily berdasarkan data intelijen.
“Penunjukan ini merupakan bagian dari persiapan suksesi jangka panjang,” ujar pejabat pemerintah Korea Selatan tersebut, Minggu (22/2/2026), seperti dikutip media setempat.
Dalam tugas barunya, Ju Ae telah menerima briefing mendalam dari para perwira tinggi militer. Ia bahkan terlibat langsung dalam memberikan instruksi operasional, fungsi yang sebelumnya ditangani oleh Jang Chang Ha, yang menjabat sebagai direktur biro rudal sejak akhir 2023.
Penilaian ini memperkuat analisis dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, yang menempatkan Ju Ae sebagai calon pewaris utama. Agen intelijen berencana mengawasi apakah remaja itu akan mendapatkan posisi resmi di Partai Buruh Korea melalui Kongres Kesembilan yang sedang berlangsung.
Kongres partai tersebut, yang bertujuan menyusun strategi lima tahun mendatang, telah memilih ulang Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal. Jabatan ini telah diembannya selama 15 tahun terakhir.
Dalam resolusi kongres, partai menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kim. “Kongres sepenuhnya mendukung usulan untuk memilih kembali Kamerad Kim Jong Un sebagai pemimpin tertinggi Partai Buruh Korea,” bunyi pernyataan resmi kongres.
Resolusi itu juga menekankan kontribusi Kim dalam modernisasi militer. “Beliau memimpin transformasi Tentara Rakyat Korea menjadi angkatan elit yang siap menghadapi segala bentuk perang dan ancaman agresi,” lanjut pernyataan tersebut.
Para pengamat menyatakan bahwa dinamika suksesi di Korea Utara tetap cair, dengan potensi pengaruh dari tokoh-tokoh kunci lainnya, seperti Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un.
Meski demikian, peningkatan visibilitas Ju Ae di berbagai acara resmi dan situs pengujian rudal semakin mempertegas dugaan bahwa ia sedang digembleng untuk tanggung jawab kepemimpinan jangka panjang.