JAKARTA – Harapan Indonesia di sektor tunggal putri harus terhenti di babak perempat final China Masters 2025.
Putri Kusuma Wardani (Putri KW) gagal melangkah lebih jauh setelah kalah telak dari unggulan Jepang, Akane Yamaguchi, dalam laga yang digelar di Shenzhen Arena, China.
Pertandingan yang berlangsung Jumat siang WIB tersebut berakhir dengan skor 14-21, 11-21 hanya dalam waktu 33 menit.
Meski sempat memberi perlawanan di awal, Putri tidak mampu membendung dominasi Yamaguchi yang tampil solid sejak game pertama.
Dengan hasil ini, Yamaguchi—mantan peringkat satu dunia dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020—melesat ke babak semifinal.
Sementara itu, Putri harus angkat koper lebih cepat, meski tetap mendapat apresiasi atas perjuangannya.
Atas hasil ini, Putri KW belum mampu memutuskan rantai kekalahannya dari Akane Yamaguchi dalam lima kali rekor pertemuan mereka, skor telak 0-5.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal game pertama, pertandingan berlangsung cepat dan ketat. Putri sempat menyamakan kedudukan 4-4 dan bahkan unggul tipis 11-10 saat interval.
Namun, pengalaman Yamaguchi berbicara. Dengan variasi serangan tajam dan pertahanan rapat, ia merebut tujuh poin beruntun hingga menutup game pertama dengan skor 21-14.
Memasuki game kedua, situasi semakin sulit bagi Putri. Yamaguchi langsung memimpin 7-3 dan menjaga ritme permainan hingga interval 11-7.
Setelah itu, dominasi pemain Jepang berusia 28 tahun tak terbendung, menutup laga dengan skor 21-11.
Putri terlihat kesulitan menjaga konsistensi, terutama menghadapi tekanan di depan net.
Beberapa kesalahan sendiri juga memperburuk situasi, membuat lawan semakin leluasa menekan.
Kekalahan ini membuat langkah Putri di China Masters 2025 harus terhenti.
Namun, raihan poin tetap penting untuk menjaga peringkat dunia.
Bagi Yamaguchi, tiket semifinal sudah di tangan dan ia akan menghadapi unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young.
An Se Young pada laga sebelumnya mengalahkan wakil India Pusarla V. Sindhu, menang mudah 21-14, 21-13.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi catatan pahit setelah Gregoria Mariska Tunjung juga absen akibat cedera.
Meski begitu, Putri masih dianggap sebagai salah satu aset berharga bulutangkis Indonesia.
Turnamen berikut seperti Japan Open dan Asian Games 2026 akan menjadi ajang pembuktian berikutnya.***