JAKARTA – Krisis Qatar-Iran memicu kebijakan darurat di Doha setelah pemerintah memutuskan membebaskan denda izin masuk yang telah kedaluwarsa selama satu bulan di tengah eskalasi keamanan kawasan Teluk.
Kebijakan Qatar perpanjang izin masuk ini diumumkan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri menyusul penutupan sementara wilayah udara akibat serangan balistik dan drone Iran ke negara-negara Teluk.
Mengutip Aljazeera, Selasa, langkah cepat pemerintah menjadi bagian dari respons komprehensif terhadap situasi regional yang memburuk setelah kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Pemerintah Qatar memastikan seluruh visa dan izin masuk yang telah melewati masa berlaku akan diberikan toleransi tambahan selama satu bulan tanpa sanksi administratif guna memberi kepastian hukum bagi warga asing di tengah kondisi darurat.
Penutupan wilayah udara dilakukan sejak Sabtu ketika Iran mulai meluncurkan rudal balistik dan drone ke sejumlah negara Teluk sebagai respons atas serangan militer terhadap fasilitas strategisnya.
Akibat keputusan tersebut, maskapai nasional Qatar Airways bersama sejumlah operator penerbangan internasional menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Doha demi alasan keselamatan.
Di sisi pertahanan, militer Qatar mengonfirmasi berhasil mencegat dua rudal balistik yang menargetkan beberapa wilayah sebelum memasuki teritori nasional.
Kementerian Pertahanan menyatakan ancaman berhasil ditangani segera setelah terdeteksi melalui rencana operasional yang telah disiapkan sebelumnya sehingga kedua rudal dihancurkan di udara.
Pemerintah juga menegaskan stok rudal pencegat Patriot milik Angkatan Bersenjata Qatar tetap dalam kondisi aman dan mencukupi meski digunakan berulang kali dalam tiga hari terakhir untuk mengantisipasi ancaman dari Iran.
Melalui pernyataan resmi kantor media internasionalnya, Qatar menekankan kesiapan penuh aparat pertahanan dalam melindungi warga negara, penduduk asing, dan pengunjung selama situasi darurat masih berlangsung.
Situasi keamanan di kawasan Teluk kini menjadi sorotan internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas penerbangan global, distribusi energi, dan mobilitas warga asing di negara-negara sekitar.
Qatar berupaya menjaga stabilitas domestik dengan kombinasi kebijakan administratif dan penguatan pertahanan militer guna memastikan roda pemerintahan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan terkendali.***