Raffi Ahmad disebut berperan menenangkan rombongan saat helikopter yang mereka tumpangi di Bali Utara mengalami gangguan akibat cuaca buruk dan nyaris mengalami kecelakaan.
Peristiwa tersebut diungkapkan manajer Raffi, Prio Bagja Anugrah, melalui unggahan di media sosial pada Jumat (16/1). Dalam penerbangan itu, Raffi bersama pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom atau yang dikenal sebagai Ajik Krisna.
Sejumlah potongan video yang diunggah memperlihatkan suasana tegang di dalam dan luar helikopter. Angin kencang membuat helikopter tampak oleng dan terbang rendah mendekati area persawahan. Dalam rekaman warga sekitar, terdengar kepanikan karena helikopter dikhawatirkan akan jatuh.
Namun, setelah beberapa saat berjuang melawan kondisi cuaca ekstrem, helikopter akhirnya mampu kembali naik dan melanjutkan penerbangan dengan aman.
“Alhamdulillah Allah masih memberikan kami keselamatan. Tetap tenang dalam kondisi apa pun. Berusaha, berserah, dan berpasrah,” tulis Prio. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pilot yang dinilainya mampu membawa helikopter keluar dari kabut tebal.
“Terima kasih juga Aa Bos yang selalu memberikan energi positif dan menenangkan kami semua,” lanjutnya, menyebut Raffi Ahmad.
Sebelumnya, seperti diberitakan detikBali, Gusti Ngurah Anom menjelaskan bahwa penerbangan tersebut dilakukan untuk meninjau rencana pembangunan kawasan UMKM di Bali Utara. Sebelum terbang, rombongan telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan memperoleh informasi bahwa kondisi cuaca memang kurang bersahabat.
Raffi Ahmad diketahui mendarat di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA, lalu melanjutkan perjalanan dengan helikopter.
Cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 WITA. Karena Raffi harus kembali ke Solo pada pukul 11.00 WITA, penerbangan tetap dilanjutkan. Insiden terjadi saat perjalanan kembali ke Bandara Ngurah Rai.
“Kabut sangat gelap, kami sama sekali tidak bisa melihat apa pun di bawah. Sekitar sepuluh menit helikopter berputar-putar. Saat itu saya sangat tegang,” ujar Anom. Ia memuji profesionalisme pilot yang dinilainya berpengalaman dan berhasil mengendalikan situasi hingga seluruh penumpang selamat.