JAKARTA – Pemain tim nasional Mesir, Ramadan Sobhi—yang musim lalu berperan penting membawa Pyramids menjuarai Liga Champions CAF dan pernah berkarier pada Liga Premier Inggris—resmi dijatuhi larangan bermain selama emapt tahun oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas pelanggaran aturan anti-doping. Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas anti-doping Mesir pada Rabu (26/11/2025).
“Kami telah menerima surat resmi yang mengonfirmasi skorsing empat tahun Ramadan Sobhi dalam kasus doping,” ujar Hazem Khamis, kepala Organisasi Anti-Doping Mesir, kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari Reuters.
Menurut lembaga tersebut, sanksi ini berawal dari tuduhan penggunaan doping dan pemalsuan sampel. Hingga kini, Sobhi belum memberikan pernyataan publik. Sementara itu, media lokal mengutip pengacaranya yang menyebutkan bahwa banding ke Pengadilan Federal Swiss tengah dipersiapkan.
Kasus Sobhi bermula setelah Badan Antidoping Dunia (WADA) mengajukan banding atas pencabutan sementara larangan awal yang sempat memungkinkan sang pemain kembali tampil, sebelum akhirnya perkara tersebut dibawa ke CAS.
Di luar persoalan doping, pemain berusia 28 tahun itu juga menghadapi kasus hukum lain. Pengadilan pidana Giza telah memerintahkan penahanannya sambil menunggu proses persidangan terkait dugaan penipuan akademik, termasuk pemalsuan dokumen dan membayar orang lain untuk mengikuti ujian atas namanya di sebuah institusi pariwisata dan perhotelan. Sobhi membantah semua tuduhan, dan sidang selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember.
Dalam perjalanan kariernya, Sobhi telah memperkuat Timnas Mesir sebanyak 37 kali. Ia memulai karier profesional di Al-Ahly sebelum hijrah ke Inggris pada 2016 untuk membela Stoke City dan Huddersfield Town. Pada 2020, ia bergabung dengan Pyramids dan menjadi salah satu pilar dalam keberhasilan klub tersebut meraih gelar kontinental musim lalu.