JAKARTA – Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, menunjukkan kemarahannya yang besar usai hasil imbang 1-1 melawan FC Porto pada Jumat (14/2) dini hari WIB. Ranieri mengkritik keputusan wasit Tobias Stieler yang dinilai berpihak pada tim tuan rumah sepanjang pertandingan.
Roma unggul lebih dulu lewat gol Zeki Celik menjelang akhir babak pertama, namun Porto berhasil menyamakan kedudukan setelah gol bunuh diri dan kartu merah yang diterima Roma. Meskipun hasil imbang bisa dianggap positif, Ranieri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Stieler. Ia menyatakan bahwa keputusan wasit sangat memengaruhi jalannya permainan dan menuntut penjelasan dari UEFA.
“Saya tidak bisa menerima bagaimana Mr. Rosetti, yang dikenal sebagai individu yang terhormat, bisa mengirim wasit yang memiliki catatan buruk di markas lawan,” kritik Ranieri, seperti dilansir Sky Sport Italia. Ia menambahkan, “Atmosfernya sangat panas, dan dia bergerak ke arah penonton. Kenapa dia ditugaskan untuk pertandingan ini? Saya tidak mengerti.”
Ranieri merasa keputusan wasit yang memberikan delapan kartu kuning kepada pemain Roma, termasuk kartu merah, sangat tidak proporsional. Menurutnya, tindakan Stieler membuat pemainnya merasa tertekan dan tidak nyaman di lapangan.
“Dia berkeliling menjanjikan kartu kepada beberapa pemain dan memberikannya kepada yang lain. Saya melihat dia seolah menunggu sesuatu terjadi di area penalti untuk memberi mereka kemenangan,” jelas Ranieri.
Pelatih veteran itu mengaku sudah memperingatkan para pemainnya untuk tidak terlalu banyak memprotes wasit. Namun, ia merasa Stieler lebih menguntungkan Porto dengan kebijakan pengadilannya.
“Apakah saya merasakan dia berpihak? Saya sudah memperingatkan pemain, jangan pernah protes! Ini cara dia memimpin pertandingan,” ujar Ranieri. “Delapan kartu kuning untuk kami, satu kartu merah… Beberapa memang adil, tapi tidak seharusnya dia membuat pemain merasa tertekan sejak awal.”
Ranieri bahkan menegaskan bahwa ia tidak ingin timnya menunjukkan penghormatan kepada Stieler setelah pertandingan. “Saya bahkan tidak ingin mereka menyapa wasit. Dia tidak pantas mendapatkan itu,” tegasnya. “Kami harus melanjutkan, meskipun melihat hal seperti ini di panggung internasional sangat mengecewakan.”
Tak hanya mengkritik keputusan wasit, Ranieri juga menyoroti masalah simulasi pemain modern. Ia berpendapat bahwa pemain yang berpura-pura terluka harus dihukum agar permainan tetap adil. “Saya sangat benci melihat pemain berteriak dan memegang wajah seolah-olah mereka terluka. Gunakan VAR untuk menghukum mereka yang berpura-pura kontak, jika tidak, kita tidak bisa bermain sepak bola lagi,” ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil dan kepemimpinan wasit, Ranieri mengapresiasi penampilan anak asuhnya. “Pada akhirnya, para pemain tampil sangat baik, dan saya sangat senang dengan penampilan mereka, meskipun hasilnya seperti ini. Tidak masalah,” tutupnya.