JAKARTA – Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun asal Kuantan Singingi, Riau, mendadak menjadi sorotan internasional berkat aksinya menari di haluan sampan dalam tradisi Pacu Jalur. Tarian khas yang disebut “aura farming” menjadikannya viral secara global, hingga diundang tampil dalam berbagai acara di dalam dan luar negeri.
Hari ini, Minggu (13/7/2025), Dhika — panggilan akrabnya — dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sejumlah agenda, termasuk penutupan Piala Presiden dan penampilan di beberapa stasiun televisi swasta. Ia didampingi oleh kedua orang tuanya, Rani Ridawati dan Supriono, serta seorang pendamping.
Tak hanya menerima undangan nasional, Dhika juga dijadwalkan ke Dubai atas permintaan sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab. Undangan tersebut bahkan mencakup seluruh biaya perjalanan.
“Dikha diundang ke Dubai pada 14 Juli 2025 ini. Ada perusahaan yang ngajak semacam kerjasama gitu,” ujar Rani dilansir dari Kompas.
Namun, pihak keluarga belum bisa memastikan keberangkatan Dhika karena jadwal di Indonesia yang padat serta kondisi fisiknya yang kelelahan.
“Mereka minta datang ke Dubai tanggal 14 ini, biaya mereka tanggung. Cuma agenda Dikha masih ada di sini (Indonesia),” lanjut Rani.
“Belum dipastikan bisa datang ke Dubai. Kita lihat dulu kondisi kesehatan Dikha. Karena dia sekarang capek. Kalau misalnya memang memungkinkan, kondisinya sehat, insyaallah kami berangkat,” tambahnya.
Fenomena tarian “aura farming” yang dibawakan Dhika dalam tradisi Pacu Jalur menjadi tren global, terutama di platform TikTok. Gerakan tangan Dhika yang menghentak dan mengayun seirama dengan irama mendayung para pria di atas sampan menjadi simbol ekspresi budaya lokal yang menggugah antusiasme lintas negara.