JAKARTA – Jeonggwanjang Red Sparks kembali menelan kekalahan dalam lanjutan putaran ke-4 V-League Divisi Wanita Jin Air 2025-2026. Bertanding di Gimnasium Dalam Ruangan Hwaseong, Kamis (8/1/2026), mereka kalah 1-3 (21-25, 25-21, 22-25, 23-25) dari IBK Industrial Bank (IBK Altos).
Hasil ini membuat Red Sparks mencatat dua kekalahan beruntun dan tetap terpuruk di dasar klasemen dengan 6 kemenangan dan 15 kekalahan (18 poin).
Zanette tampil menonjol dengan 21 poin, termasuk 5 blok dan 2 servis. Inkusi menyumbang 18 poin, namun performanya tidak konsisten dan disertai tujuh kesalahan. Ia sempat mencetak delapan poin pada set kedua, tetapi hanya empat pada set ketiga, yang memperlihatkan kelemahan dalam penerimaan bola.
Pelatih Ko Hee-jin mengakui lawan tampil lebih siap. “Para pemain IBK telah mempersiapkan diri dengan baik dan fokus. Ini bukan pertandingan yang buruk, tetapi kami gugup ketika kebobolan melalui serangan balik,” ujarnya, dilansir dari mydaily, Jumat (9/1/2026). Ia menambahkan, “Saya pikir ada banyak tekanan ketika menerima bola menjadi penting. Kita harus meningkatkan kemampuan melalui latihan.”
Kekecewaan Pelatih Red Sparks
Meski kecewa, Ko tetap memberi dukungan kepada Inkusi. “Dia bekerja keras. Dia adalah pemain yang datang dari luar negeri untuk mewujudkan mimpinya. Kita perlu menyemangatinya. Jika kita menemukan aspek positif dalam dirinya, melatihnya dengan keras, dan menjadikannya pemain yang baik, tim kita akan menjadi lebih kuat,” katanya.
Ko juga menekankan pentingnya pengalaman pertandingan nyata. “Kalian perlu belajar bagaimana menerima bola di bawah tekanan selama pertandingan. Tidak ada latihan yang lebih baik daripada bermain dalam pertandingan sebenarnya. IBK memiliki banyak servis yang sulit, jadi kalian perlu merasakannya,” ucapnya.
Selain itu, ia memberi semangat kepada Park Hye-min yang mendapat beban lebih besar dalam penerimaan bola. “Dalam situasi seperti ini, memperluas jangkauan penerimaan bola itu baik. Ini akan sangat membantu pemain. Saya pikir kita bisa menampilkan Hye-min dari perspektif yang berbeda,” kata Ko.
