JAKARTA – Red Sparks kembali gagal membalikkan keadaan pada liga voli profesional wanita. Tim peringkat terbawah itu kini terpuruk dengan enam kekalahan beruntun, meski tiket pertandingan kandang selalu ludes berkat fenomena “Efek Inkushi.”
Gimnasium Chungmu di Daejeon, berkapasitas 3.500 kursi, penuh sesak saat Red Sparks menjamu Hyundai Engineering & Construction (Hyundai E&C). Kehadiran Inkushi, pemain asal Mongolia yang bergabung sebagai kuota Asia, menjadi magnet penonton. Sejak kedatangannya, Jeonggwanjang—nama resmi tim—tiga kali menjual habis tiket kandang bulan ini.
Namun, performa tim tetap menurun. Absennya penyerang utama Zanete akibat cedera dahi membuat serangan melemah. Pelatih Ko Hee-jin menegaskan sebelum laga, “Zanete saat ini tidak dapat bermain hari ini karena cedera, dan kekuatan serangan kami melemah, jadi saya pikir serangan Inkush dan (Lee) Seon-woo sangat penting hari ini,” ujar Ko, dilansir dari Naver, Minggu (1/2/2026)
Inkushi tampil sebagai starter dan mencetak enam poin di set kedua, didorong dukungan orang tuanya yang hadir dari Mongolia. Meski demikian, upaya itu tidak cukup. Hyundai E&C tampil dominan lewat Kari yang mencetak 21 poin, serta dukungan Lee Ye-rim dan Yang Hyo-jin. Hasilnya, Red Sparks kalah telak 0-3.
Hyundai E&C meraih kemenangan penuh meski kehilangan pemain luar Jeong Ji-yoon yang cedera hingga akhir musim, dan kini naik ke posisi kedua klasemen. Sementara itu, Red Sparks tetap terjebak di dasar klasemen dengan enam kekalahan beruntun pasca jeda All-Star.