PAPUA – Kelompok separatis bersenjata pimpinan Elkius Kobak kembali beraksi di Papua Pegunungan. Mereka diduga membunuh seorang tenaga pengajar dan melukai enam lainnya di Distrik Anggruk, Yahukimo, pada Jumat, 21 Maret 2025. Fasilitas pendidikan juga dibakar.
Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, mengungkapkan bahwa aksi kekerasan ini terjadi setelah kelompok tersebut meminta uang kepada para tenaga pengajar, namun permintaan itu tidak dipenuhi.
“Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak, yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar,” ujar Brigjen TNI Kristomei Sianturi.
Akibat tindakan brutal ini, tidak hanya korban jiwa yang berjatuhan, tetapi juga masyarakat setempat kini dihantui ketakutan. Gedung sekolah dan rumah guru turut dibakar dalam aksi kekerasan tersebut.
“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan biadab dan pengecut dari OPM,” tegasnya.
Rekam Jejak Berdarah Elkius Kobak
Nama Elkius Kobak bukanlah sosok asing dalam berbagai aksi kekerasan di Papua Pegunungan. Ia dan kelompoknya diketahui bertanggung jawab atas sejumlah insiden berdarah, termasuk pembunuhan anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara, yang jasadnya ditemukan di pertigaan jalan sekitar ruko Block B, Jalan Papua, Distrik Dekai, pada 16 April 2024.
Tak hanya itu, kelompok ini juga menjadi dalang penyerangan terhadap anggota TNI di KM 4, Jalan Paradiso, Distrik Dekai, pada 1 Maret 2023. Dalam insiden tersebut, seorang prajurit TNI gugur, yakni Pratu LW, sementara dua lainnya mengalami luka-luka, yakni Pratu NS dan Sertu RS. Bahkan, Dandim 1715 Yahukimo, Letkol Inf J.V. Tethool, turut menjadi korban dalam baku tembak tersebut.
Serangkaian aksi kejam yang dilakukan oleh Elkius Kobak dan kelompoknya semakin memperkuat jejak panjang kekerasan di Papua. Aparat keamanan pun kini terus berupaya mempersempit ruang gerak kelompok separatis ini demi menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.
