JAKARTA – Sebuah rekaman suara yang baru saja dirilis mengungkap pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam momen penggalangan dana kampanye untuk Pilpres 2024, Trump terdengar melontarkan ancaman keras kepada dua pemimpin negara besar: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Ia menyatakan siap menghancurkan Moskow dan Beijing jika kedua negara itu berani mengambil langkah militer terhadap Ukraina dan Taiwan.
Kutipan menggemparkan itu terungkap dalam laporan eksklusif CNN yang juga disorot oleh Kantor Berita Rusia, RIA Novosti, Rabu (3/7).
Dalam audio yang bocor itu, Trump menyatakan dengan tegas bahwa ia memberi ultimatum langsung kepada Putin untuk tidak menyerang Ukraina.
Ancaman serupa disampaikan kepada Xi Jinping terkait Taiwan. Rekaman ini langsung menarik perhatian dunia internasional karena mempertontonkan cara diplomasi agresif Trump terhadap dua kekuatan besar dunia.
“Kepada Putin saya sampaikan: ‘Kalau kamu masuk ke Ukraina, saya akan bom Moskow habis-habisan. Saya beri tahu, saya tidak punya pilihan lain.’ Lalu dia bilang, ‘Saya tidak percaya.’ Dia bilang: ‘Tidak mungkin.’ Dan saya bilang, ‘Mungkin,” kata Trump dalam rekaman tersebut.
Ancaman tersebut, menurut Trump, membuat Putin sempat ragu, namun mengakui bahwa sang pemimpin Rusia akhirnya percaya 10 persen terhadap keseriusan Trump.
Dalam bagian lain rekaman, Trump menyebut bahwa dirinya menyampaikan ancaman serupa kepada Presiden China jika negeri Tirai Bambu itu menyerbu Taiwan. Xi, kata Trump, bahkan mengira dirinya gila karena sikap keras itu.
“Saat saya bersama Presiden Xi dari China. Saya mengatakan hal yang sama kepada mereka, saya sampaikan, ‘Kalau kalian masuk ke Taiwan, saya akan bom Beijing habis-habisan.’ Dia pikir saya gila,” kata Trump di rekaman itu.
Situasi ini menjadi sorotan tajam menyusul komunikasi telepon terbaru antara Trump dan Putin pada Kamis (3/7), di mana Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap konflik yang masih berlarut di Ukraina.
Ia mengeluhkan kurangnya kemajuan diplomatik dan penyelesaian krisis tersebut.
Pernyataan keras Trump dalam rekaman itu mendapat respons dari juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Menurut Peskov, Moskow memantau secara serius segala ucapan dan langkah politik dari tokoh-tokoh penting Amerika, termasuk Trump yang sedang bersiap kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024.***