JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Transjakarta dan seorang pengemudi ojek online (ojol) kembali menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026) pagi.
Rekaman kamera pengawas bus Transjakarta menangkap detik-detik tabrakan. Bus yang sedang melaju di jalur khusus mendapat lampu hijau, namun seorang pengendara motor tiba-tiba melintas sehingga terjadi kontak langsung. Akibatnya, pengemudi ojol bernama Suherman mengalami luka parah, terutama di bagian kepala.
“Pengendara ojol dilaporkan mengalami luka parah,” demikian dikutip dari akun Instagram @jakselupdate_ yang memposting video tersebut.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengonfirmasi kejadian berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB di Jalan Gunung Sahari arah selatan, dekat Toko Kimia Gunung Sahari Raya 2H, wilayah Sawah Besar. Bus Transjakarta dikemudikan Rizki Dinanto, sementara korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio 125 dengan nomor polisi B-4011-BLK.
“Pengendara motor telah dibawa ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk perawatan medis. Sepeda motor korban diamankan di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,” ujar Ojo.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pengemudi ojol tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). “Pengemudi ojol mengalami luka pada bagian kepala,” tambahnya.
Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bus yang terlibat sedang menjalankan layanan reguler koridor 10H rute Tanjung Priok–Bundaran Senayan. Saat insiden terjadi, seluruh penumpang bus dalam kondisi aman dan segera dievakuasi ke armada pengganti.
“Pada saat kejadian, bus melaju sesuai lampu hijau. Namun, terjadi kontak dengan pengendara motor yang diduga tiba-tiba berbelok di area yellow box,” kata Ayu dalam keterangan resminya.
Transjakarta langsung berkoordinasi dengan kepolisian, menyerahkan rekaman CCTV sebagai bukti, serta menyatakan komitmen penuh untuk mendukung proses penyelidikan. Pihak Transjakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan penumpang dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas guna mencegah kecelakaan serupa.
Insiden ini menambah daftar kasus tabrakan di kawasan Gunung Sahari yang kerap padat lalu lintas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas di jalur bus Transjakarta yang bersifat eksklusif. Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti dan pertanggungjawaban hukum.