JAKARTA – Pabrikan ban asal Italia, Pirelli, resmi bersiap mengambil alih peran sebagai pemasok tunggal ban MotoGP mulai musim 2027, menggantikan Michelin yang telah mengisi posisi tersebut sejak 2016. Langkah awal Pirelli menuju era baru pada Kejuaraan Dunia MotoGP ditandai dengan uji coba pertama ban prototipe mereka di Sirkuit Misano, Senin (16/9/2025).
Perusahaan yang berbasis di Milan ini telah berpengalaman pada ajang WorldSBK serta kelas Moto2 dan Moto3, dan kini mulai mengembangkan ban kelas utama sejak April lalu. Pengujian pertama melibatkan lima pabrikan MotoGP dan sejumlah pembalap uji terkemuka.
“Pirelli telah menyelesaikan pengujian awal dengan prototipe ban MotoGP pertamanya. Perusahaan menugaskan evaluasi ban untuk menguji para pembalap dari tim-tim dari lima pabrikan yang berpartisipasi di Kejuaraan Dunia: Augusto Fernandez (Yamaha), Daniel Pedrosa (KTM), Takaaki Nakagami (Honda), Lorenzo Savadori (Aprilia), dan Michele Pirro (Ducati),” tulis Pirelli dalam pernyataan resminya.
Spesifikasi dan Tujuan Uji Coba
Tes yang berlangsung di lintasan Misano dilakukan dalam kondisi sebagian besar cerah, dengan suhu aspal berkisar antara 25 hingga 43 derajat Celcius. Tujuan utama dari tes ini adalah mengumpulkan data awal untuk pengembangan ban lebih lanjut menjelang debut resmi pada 2027.
“Tujuan dari tes pertama ini… adalah untuk mendapatkan informasi untuk pengembangan lebih lanjut dan untuk menentukan karakteristik ban,” lanjut Pirelli.
Pirelli menyediakan tujuh set ban untuk setiap pembalap, terdiri dari dua versi ban depan dan tiga versi ban belakang, menggunakan ukuran pelek 17 inci yang saat ini digunakan di MotoGP.
Menariknya, pengujian dilakukan dengan pengaturan ketinggian motor yang dinonaktifkan serta modifikasi aerodinamis terbatas, guna menyesuaikan dengan karakter motor 850cc yang akan digunakan di musim 2027 dan seterusnya.
Simulasi Sprint dan Umpan Balik Positif
Tes di Misano juga mencakup simulasi balapan sprint, bagian dari skema pengujian yang dirancang Pirelli untuk mengevaluasi performa dalam kondisi balap yang sebenarnya.
“Tes dilakukan sesuai dengan rencana run-in, yang juga mencakup simulasi balapan sprint, dan umpan balik pertama yang diterima sangat menggembirakan: tes ini telah menghasilkan banyak data untuk dianalisis dan melanjutkan pekerjaan pengembangan kami,” ujar Giorgio Barbier, Direktur Balap Motor Pirelli.
Lebih lanjut, Barbier menyebutkan bahwa karakteristik yang paling diapresiasi oleh pembalap dalam pengujian ini adalah cengkeraman ban, kecepatan pemanasan, dan rasa percaya diri yang diberikan.
Diproduksi di Pabrik Breuberg, Jerman
Pirelli juga mengonfirmasi bahwa ban MotoGP mereka akan diproduksi di pabrik Breuberg, Jerman, fasilitas yang sama yang saat ini menghasilkan seluruh ban radial balap Pirelli, termasuk ban jalan raya unggulan mereka.
Sementara itu, belum ada rekaman resmi atau foto yang dirilis dari pengujian tertutup ini, dan belum dijadwalkan kapan pengujian publik berikutnya akan dilakukan.
Dengan hasil awal yang menjanjikan, Pirelli kini berada di jalur untuk memulai era baru MotoGP dengan kepercayaan tinggi—mengakhiri dominasi Michelin dan membawa pendekatan berbeda dalam pengembangan ban balap motor paling prestisius di dunia ini.