MISANO – Francesco Bagnaia dan tim Ducati menghadapi kesempatan terakhir mereka untuk memperbaiki performa motor GP25 dalam tes resmi MotoGP di Sirkuit Misano, Senin (15/9/2025). Setelah penampilan buruk di kandang sendiri akhir pekan lalu, sang juara bertahan mencoba menemukan solusi untuk menyelamatkan sisa musim ini.
Bagnaia gagal mencetak poin di Grand Prix San Marino setelah finis ke-13 di Sprint Race dan terjatuh saat menduduki posisi ketujuh di balapan utama. Namun, dalam tes sehari penuh di Misano, pembalap nomor #63 menutup hari dengan hasil positif—menempati posisi keenam di sesi sore dan peringkat kedelapan secara keseluruhan, mengungguli rekan setimnya, Marc Marquez.
“Saya cukup senang karena kami bisa lebih fokus pada paket tahun ini. Harus saya akui, tidak mudah menentukan arah yang harus diambil karena, tidak seperti sebelumnya, kita harus mencari performa di tempat lain,” kata Bagnaia kepada Sky Italia.
Dengan mencoba berbagai pengaturan, termasuk perubahan distribusi bobot motor, Bagnaia mengaku akhirnya menemukan sesuatu yang menjanjikan. Ia bahkan mencatatkan waktu satu detik lebih cepat dibanding catatan balap sebelumnya, meski menggunakan ban bekas dengan 21 lap.
“Saya cukup kompetitif. Dalam hal kecepatan, saya sangat cepat. Saya mencatatkan waktu putaran terbaik dengan 21 putaran menggunakan ban, sesuatu yang tidak bisa saya lakukan di balapan-balapan sebelumnya, atau sepanjang musim ini,” jelasnya.
Meski sempat mengalami kecelakaan di Tikungan 1, Bagnaia menyebut hari itu sebagai salah satu yang paling produktif musim ini. Namun, ia belum yakin apakah semua temuan dari Misano bisa langsung diaplikasikan untuk MotoGP Jepang akhir pekan depan.
“Saya tidak tahu apakah kami bisa membawa semuanya ke Jepang, karena kami perlu memahami situasinya dengan lebih baik. Namun, saya cukup yakin bahwa kami bergerak ke arah yang baik,” ujarnya.
Arah Baru, Harapan Baru?
Setelah beberapa kali mengalami peningkatan performa palsu (false dawns) musim ini, publik MotoGP menantikan apakah hasil tes ini akan benar-benar menjadi titik balik bagi Bagnaia. Ia sendiri menyatakan masih akan melakukan penyaringan terhadap beberapa solusi yang diuji.
“Kita lihat saja nanti. Saya pikir beberapa solusi pasti akan berhasil, sementara yang lain perlu dikaji lebih detail di Jepang. Arah yang kami ambil hari ini adalah sesuatu yang tidak akan butuh waktu lama untuk menjadi efektif,” tambahnya optimistis.
Bantuan dari Legenda: Casey Stoner Turun Tangan
Yang menarik, mantan juara dunia Ducati Casey Stoner turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan motor bersama Bagnaia. Sosok legendaris itu tampak aktif memberi masukan, bahkan turun tangan secara teknis.
“Pagi ini ketika saya tiba, saya melihat Casey sedang memperbaiki motornya!” ungkap Bagnaia sambil tertawa.
“Sungguh luar biasa bisa menjalin hubungan seperti ini dengannya… Mereka (Stoner dan pelatih Ducati, Manuel Poggiali) punya visi yang luar biasa; mereka sudah tahu apa yang saya rasakan di motor, jadi sangat menyenangkan mendapatkan masukan seperti ini dari sudut pandang yang berbeda.”
“Dan Casey selalu sangat analitis; sangat penting bagi saya untuk memilikinya di sini hari ini,” tambahnya.
Pertarungan Klasemen Memanas
Saat ini, Bagnaia yang sebelumnya berada di posisi kedua klasemen kini hanya unggul delapan poin dari Marco Bezzecchi dalam perebutan posisi ketiga, setelah tertinggal cukup jauh dari duo Marquez—Marc dan Alex dari tim Gresini.
MotoGP Jepang akhir pekan depan akan menjadi ujian nyata bagi efektivitas solusi yang ditemukan di Misano.