JAKARTA – Sudah lebih dari satu dekade sejak kemenangan terakhir Honda pada Kejuaraan Dunia Superbike, tepatnya pada 15 Mei 2016 lewat Nicky Hayden di Sepang, Malaysia. Sejak itu, performa tim pabrikan terus menurun, dan musim ini disebut sebagai salah satu yang terburuk.
Dilansir Speedweek, Rabu (20/5/2026), Jake Dixon, yang direkrut dari Moto2, mengalami cedera pergelangan tangan parah saat tes pramusim di Australia dan belum turun balapan. Ia digantikan Yuki Kunii di Most. Rekan setimnya, Somkiat Chantra, juga bernasib sial: setelah patah kedua lengan saat uji coba di Sepang, ia kembali cedera di Assen sehingga absen dari beberapa seri.
Honda hanya mengumpulkan 12 poin dari 15 balapan pertama tahun ini, rata-rata kurang dari satu poin per balapan. Poin terbanyak justru diraih pembalap cadangan Tetsuta Nagashima (7 poin di Australia), disusul Johnny Rea (4 poin di Portimao), Chantra (2 poin), dan Ryan Vickers (1 poin). Sebagai perbandingan, Ducati memimpin klasemen dengan 310 poin.
Meski Honda membentuk tim uji baru sejak musim gugur lalu, hasilnya belum terlihat. Jonathan Rea menegaskan Honda harus mendengarkan masukan teknis yang ia berikan. Perekrutan Dixon dan Chantra untuk musim 2026 juga menuai kritik, sementara pembalap top seperti Toprak Razgatlioglu menolak tawaran Honda.
Kini, manajemen Honda mempertimbangkan membentuk tim satelit khusus untuk Chantra dengan dukungan sponsor PTT dari Thailand. Langkah ini bertujuan menjaga loyalitas terhadap pembalap berusia 27 tahun itu, sekaligus menambah motor Fireblade di lintasan setelah mundurnya tim Midori Moriwaki.
Honda Racing Corporation juga dikabarkan menjajaki pembicaraan dengan Manuel Gonzalez, pemimpin klasemen Moto2, serta kemungkinan mendekati Franco Morbidelli, Jack Miller, dan Luca Marini yang berisiko kehilangan kursi di MotoGP.