JAKARTA – Prajurit TNI AD sekaligus atlet taekwondo Indonesia, M Rizal, memastikan tiket Asian Games 2026 setelah meraih medali perunggu pada Asian Poomsae Championship 2026 di M Bank Arena, Ulaanbaatar, Mongolia, Selasa (19/5/2026).
Kejuaraan tingkat Asia tersebut memiliki arti strategis karena menjadi babak kualifikasi resmi menuju Asian Games 2026. Persaingan ketat antarnegara kuat taekwondo Asia membuat setiap pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
M Rizal yang turun di nomor individu recognized putra tampil impresif sejak awal pertandingan. Atlet binaan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) itu membuka langkah dengan kemenangan dramatis atas wakil Jepang di babak 16 besar.
“Rizal sukses menumbangkan wakil Jepang dengan skor tipis 8,24-8,16,” demikian catatan pertandingan yang dirilis dari arena kejuaraan.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Rizal untuk menghadapi laga berikutnya. Di babak perempat final, tantangan yang dihadapi semakin berat karena harus berhadapan dengan atlet Iran, salah satu kekuatan besar taekwondo Asia.
Namun, mental bertanding yang kuat membuat Rizal mampu tampil tenang di tengah tekanan. Duel berlangsung sengit hingga detik terakhir sebelum wakil Indonesia akhirnya memastikan kemenangan tipis.
“Indonesia unggul tipis dengan skor 8,76-8,74,” tulis laporan pertandingan tersebut.
Hasil itu bukan hanya memastikan langkah Rizal ke babak semifinal, tetapi juga otomatis mengunci tiket kelolosan Indonesia ke Asian Games 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi PBTI di tengah persaingan ketat olahraga bela diri Asia. Selain menjaga peluang Indonesia di multievent terbesar Asia, pencapaian itu sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas atlet poomsae nasional.
Langkah Rizal menuju final akhirnya terhenti di semifinal setelah kalah tipis dari atlet Filipina. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Rizal harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 8,82-8,77.
Kendati gagal melangkah ke partai puncak, medali perunggu yang diraih tetap menjadi hasil positif bagi kontingen Indonesia. Raihan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa atlet nasional mampu bersaing dengan negara-negara elite taekwondo Asia.
“Raihan medali perunggu ini menjadi pencapaian krusial yang membuktikan bahwa semangat juang TNI dan PBTI mampu berbicara banyak di level Asia,” demikian pernyataan terkait hasil tersebut.
Di sisi lain, hasil berbeda diraih atlet Indonesia lainnya, Wawan Saputra, yang tampil pada nomor individu freestyle putra. Menggunakan sistem cut off pada babak penyisihan, Wawan belum mampu menembus persaingan papan atas Asia.
Wawan harus mengakhiri kompetisi di posisi ke-11 setelah membukukan total poin 7,60. Hasil itu membuat Indonesia belum berhasil menambah medali dari nomor freestyle putra.
Meski belum mencapai target emas, hasil di Mongolia tetap memunculkan optimisme baru bagi taekwondo Indonesia. Tiket Asian Games 2026 yang telah diamankan menjadi modal penting untuk memperkuat program pembinaan dan pemusatan latihan nasional.
PBTI bersama TNI AD diperkirakan akan meningkatkan intensitas persiapan guna memperbaiki performa atlet menghadapi Asian Games mendatang. Pengalaman bertanding di level Asia juga dinilai menjadi bekal berharga untuk meningkatkan mental dan kualitas teknik atlet nasional.
Kegagalan meraih podium tertinggi di Mongolia kini dipandang bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal dari persiapan lebih besar menuju target emas di Asian Games 2026.

