JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap persoalan yang dihadapi nelayan Indonesia, mulai dari sulitnya memperoleh es batu hingga keterbatasan akses solar untuk melaut.
Dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI, Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan intervensi besar-besaran melalui pembangunan ribuan desa nelayan lengkap dengan fasilitas penunjang.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, kepala negara menyinggung besarnya potensi kekayaan alam Indonesia yang menurutnya harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kelompok pekerja sektor pangan dan kelautan.
Prabowo mengatakan, setelah mempelajari data dan potensi ekonomi nasional, ia semakin yakin amanat Pasal 33 UUD 1945 harus diwujudkan secara nyata melalui pemerataan hasil kekayaan alam.
“Setelah saya lihat angka-angka, setelah saya lihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita, saya semakin yakin bahwa menjalankan UUD 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut dia, sumber daya alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak. Pemerintah, kata Prabowo, ingin memastikan kesejahteraan dapat dirasakan langsung oleh rakyat kecil, termasuk petani dan nelayan.
Nelayan Dipertaruhkan Nyawa, Tapi Kesulitan Fasilitas Dasar
Dalam pidato tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus terhadap kehidupan nelayan yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Ia menilai para nelayan telah mempertaruhkan nyawa demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, namun hingga kini masih menghadapi persoalan mendasar.
Presiden menyebut pemerintah ingin melihat nelayan dapat melaut dengan perlengkapan yang layak, aman, dan mampu memperoleh nilai jual hasil tangkapan yang lebih baik.
“Kita ingin nelayan-nelayan kita yang mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein untuk rakyat kita, pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman, dan mendapat hasil tangkapan yang bernilai tinggi,” kata dia.
Prabowo kemudian menyoroti persoalan yang menurutnya ironis, yakni sulitnya nelayan mendapatkan es batu untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. “Sekarang nelayan-nelayan kita sulit mendapat es batu, es batu saja mereka sulit untuk dapatkan, apa lagi solar yang mereka butuh,” ucapnya.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena memperlihatkan persoalan klasik di sektor perikanan tangkap yang hingga kini masih membebani nelayan tradisional, khususnya di wilayah pesisir dan desa-desa terpencil.
Pemerintah Siapkan 5.000 Desa Nelayan
Sebagai langkah konkret, Prabowo memastikan pemerintah akan melakukan intervensi besar dalam penguatan infrastruktur desa nelayan. Program itu disebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Ia mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam kurun tiga tahun mendatang. Sementara pada tahun ini, sebanyak 1.386 desa nelayan ditargetkan mulai diresmikan.
Tak hanya pembangunan kawasan, pemerintah juga berencana menyediakan fasilitas pendukung yang selama ini menjadi kebutuhan utama nelayan, mulai dari instalasi es batu hingga SPBU khusus.
“Pemerintah akan intervensi, akan lakukan upaya besar, kita akan bangun dalam 3 tahun yang akan datang 5 ribu desa nelayan,” ujar Prabowo.
Ia melanjutkan, pemerintah akan memastikan setiap desa nelayan memiliki fasilitas penyimpanan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga dan harga jual meningkat.
“Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu, kita akan membuat instalasi pembuat es batu di setiap desa nelayan, kita akan bikin ruang cold storage di setiap desa nelayan, dan kita akan bikin SPBU khusus untuk nelayan di setiap desa nelayan,” tutur dia.
Fokus Perbaikan Rantai Distribusi Hasil Laut
Rencana pembangunan fasilitas cold storage dan pabrik es dinilai menjadi bagian penting dalam memperbaiki rantai distribusi hasil laut nasional. Selama ini, keterbatasan fasilitas penyimpanan membuat banyak hasil tangkapan nelayan cepat rusak dan dijual dengan harga rendah.
Selain itu, keberadaan SPBU khusus nelayan diharapkan dapat mengatasi persoalan distribusi solar subsidi yang kerap dikeluhkan para nelayan di berbagai daerah.
Pidato Prabowo juga memperlihatkan fokus pemerintah terhadap sektor pangan dan kelautan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan penguatan infrastruktur dasar di desa pesisir, pemerintah berharap produktivitas nelayan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir ikut terdongkrak.
Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mempercepat modernisasi sektor perikanan nasional, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dukungan logistik dan distribusi hasil tangkapan.