JAKARTA – Tanggal 20 Mei menjadi salah satu hari yang menyimpan banyak catatan penting dalam sejarah dunia maupun Indonesia. Beragam peristiwa besar terjadi pada tanggal ini, mulai dari bencana alam dahsyat, lahirnya tonggak pergerakan nasional, hingga momentum politik internasional yang mengubah peta kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah tokoh penting dunia juga tercatat lahir maupun wafat pada 20 Mei. Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi pada 20 Mei sebagaimana dihimpun dari berbagai catatan sejarah.
Awal letusan Krakatau yang mengguncang Nusantara
Peristiwa besar pertama yang tercatat pada 20 Mei terjadi pada tahun 1883 ketika aktivitas vulkanik Gunung Krakatau mulai menunjukkan tanda-tanda letusan besar.
Pada hari itu, pelepasan uap dan abu vulkanik muncul secara berkala dari kawasan Perboewatan yang berada di bagian utara Kepulauan Krakatau. Abu vulkanik bahkan dilaporkan membumbung hingga sekitar enam kilometer ke udara.
Dentuman letusan terdengar sampai Batavia atau kini Jakarta yang berjarak sekitar 160 kilometer dari pusat aktivitas gunung api tersebut. Fenomena ini menjadi awal dari rangkaian erupsi dahsyat yang mencapai puncaknya tiga bulan kemudian dan menghancurkan sebagian besar tubuh Gunung Krakatau.
Letusan Krakatau dikenal sebagai salah satu bencana vulkanik terbesar dalam sejarah modern. Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah Nusantara, tetapi juga memengaruhi kondisi atmosfer dunia dan memicu gelombang tsunami mematikan.
Berdirinya Budi Utomo jadi tonggak Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei juga dikenang sebagai hari lahir organisasi Boedi Utomo pada tahun 1908. Organisasi ini didirikan oleh dr Soetomo bersama para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).
Tokoh-tokoh seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji turut terlibat dalam pembentukan organisasi tersebut. Gagasan awal pendirian Boedi Utomo datang dari dr Wahidin Sudirohusodo yang mendorong lahirnya gerakan kaum terpelajar bumiputra.
“Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan, tetapi tidak bersifat politik,” demikian catatan sejarah mengenai arah awal perjuangan Boedi Utomo.
Meski awalnya hanya berfokus pada kalangan terdidik Jawa, kehadiran Boedi Utomo kemudian dipandang sebagai titik awal kebangkitan kesadaran nasional Indonesia menuju kemerdekaan.
Karena peran historis tersebut, pemerintah menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tahun.
Iker Casillas, legenda penjaga gawang Spanyol lahir 20 Mei
Dari dunia olahraga, 20 Mei 1981 menjadi hari kelahiran salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola, Iker Casillas Fernández.
Casillas lahir di Móstoles, Madrid, Spanyol, dan mulai meniti karier sepak bolanya sejak usia muda bersama Real Madrid. Ia bergabung dengan akademi klub tersebut ketika masih berusia delapan tahun.
Kiprah Casillas bersama Real Madrid menjadikannya salah satu ikon sepak bola Spanyol. Ia juga dipercaya menjadi kapten tim nasional Spanyol dalam berbagai turnamen internasional.
“Casillas memulai kariernya di klub sepak bola kota kelahirannya Real Madrid dan bergabung pada usia 8 tahun,” demikian catatan perjalanan karier sang legenda.
Penjaga gawang bertinggi 182 sentimeter itu turut membawa Spanyol meraih kejayaan di level dunia dan memperoleh penghargaan Sarung Tangan Emas pada Piala Dunia 2010.
Selain membela Real Madrid, Casillas juga pernah memperkuat klub Portugal, FC Porto, sebelum akhirnya mengakhiri karier profesionalnya.
Timor Timur resmi menjadi Timor Leste
Momentum penting lain yang terjadi pada 20 Mei adalah lahirnya negara Timor Leste pada tahun 2002.
Perjalanan menuju kemerdekaan Timor Leste bermula dari referendum yang digelar pada 30 Agustus 1999 di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam referendum tersebut, mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk berpisah dari Indonesia.
Situasi pascareferendum diwarnai kekerasan dan konflik bersenjata. Infrastruktur di berbagai wilayah mengalami kerusakan berat, sementara ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.
“Mayoritas infrastruktur hancur dalam gerakan militer ini,” tulis catatan sejarah mengenai kondisi Timor Timur saat itu.
Untuk menghentikan kekerasan, pasukan internasional INTERFET dikirim ke wilayah tersebut pada September 1999. Setelah melewati masa transisi di bawah administrasi PBB, Timor Timur akhirnya diakui sebagai negara merdeka pada 20 Mei 2002.
Negara baru itu kemudian memilih menggunakan nama Portugis “Timor Leste” sebagai identitas resmi di forum internasional.
Ali Sadikin wafat, Jakarta kehilangan sosok pembaharu
Tanggal 20 Mei juga menjadi hari wafatnya mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 2008.
Ali Sadikin dikenal sebagai sosok penting dalam pembangunan Jakarta pada era 1960-an hingga 1970-an. Perwira Korps Komando Angkatan Laut itu ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada 1966.
Selama masa kepemimpinannya, Ali Sadikin dikenal berani melakukan berbagai terobosan untuk membangun ibu kota, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga pengembangan fasilitas publik.
“Ali meninggal di Singapura pada hari Selasa, 20 Mei 2008,” demikian catatan yang mengabarkan wafatnya tokoh yang akrab disapa Bang Ali tersebut.
Kepergian Ali Sadikin menjadi kehilangan besar bagi Jakarta. Namanya hingga kini masih dikenang sebagai salah satu gubernur yang memberi fondasi penting bagi perkembangan ibu kota modern Indonesia.