JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan mayoritas rakyat Indonesia tidak memiliki mimpi untuk menjadi kaya raya. Menurutnya, masyarakat hanya ingin hidup layak, memiliki pekerjaan yang cukup, serta mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti harapan sederhana masyarakat yang menurutnya harus menjadi fokus utama arah kebijakan negara. Ia menilai kesejahteraan rakyat tidak selalu diukur dari kemewahan, melainkan dari kemampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara layak.
“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik,” kata Prabowo.
Pidato tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan arah ekonomi nasional 2027. Di hadapan anggota DPR RI dan jajaran kabinet, Prabowo menekankan bahwa kebijakan fiskal pemerintah harus berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
Soroti Amanat Pasal 33 UUD 1945
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menurutnya menjadi landasan utama dalam membangun keadilan ekonomi nasional.
Ia meyakini Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur. Namun, hal tersebut hanya dapat tercapai apabila amanat konstitusi dijalankan secara konsisten.
Menurut Prabowo, kekayaan alam Indonesia seharusnya mampu menjamin kehidupan masyarakat agar lebih sejahtera dan tidak kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Ia kemudian menggambarkan sederet harapan sederhana yang selama ini hidup di tengah masyarakat.
“Mereka bermimpi bisa makan dengan baik setiap hari. Mereka bermimpi bisa memberikan susu untuk anak-anaknya, serta mampu mencari obat bilamana mereka maupun keluarga sakit,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa persoalan kebutuhan pokok masih menjadi perhatian utama pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ekonomi nasional.
Rumah Layak dan Pendidikan Jadi Harapan Utama
Prabowo juga menyinggung soal pentingnya akses terhadap tempat tinggal yang layak serta pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Menurut dia, banyak keluarga di Indonesia hanya ingin melihat anak-anak mereka tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan yang baik demi masa depan yang lebih cerah.
“Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat,” kata Prabowo.
Ia menilai negara harus hadir memastikan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya penciptaan lapangan pekerjaan dengan penghasilan yang memadai. Ia menyebut masyarakat berharap dapat bekerja secara layak agar mampu menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan dengan baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita,” tuturnya.
Arah RAPBN 2027 Fokus pada Kesejahteraan
Pidato Prabowo dalam sidang paripurna DPR RI dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah akan mengarahkan RAPBN 2027 pada penguatan kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.
Penekanan terhadap hidup layak, akses kesehatan, pendidikan, hingga pekerjaan menunjukkan pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang masih bergejolak.
Selain bicara soal pertumbuhan ekonomi, Prabowo tampak ingin menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka makro, tetapi juga sejauh mana rakyat dapat hidup dengan aman, sehat, dan berkecukupan di negeri sendiri.