F1 Grand Prix Abu Dhabi pada 7–8 Desember 2025 menandai berakhirnya sebuah babak penting dalam sejarah Formula 1. Balapan tersebut menjadi laga terakhir yang menggunakan Sistem Pengurangan Hambatan atau Drag Reduction System (DRS) setelah digunakan selama 14 musim.
Momen simbolis itu terjadi ketika rookie Mercedes, Kimi Antonelli, menjadi pembalap terakhir yang menekan tombol DRS dalam upaya menyalip Yuki Tsunoda dari Red Bull untuk perebutan posisi ke-14.
Penghentian DRS membuka jalan menuju reformasi teknis besar-besaran pada musim 2026, yang akan secara signifikan mengubah wajah balapan jet darat paling bergengsi di dunia.
Aerodinamika Aktif Gantikan DRS
Mulai musim 2026, Formula 1 memperkenalkan aerodinamika aktif dengan dua mode berbeda yang diatur melalui sayap depan dan belakang yang dapat bergerak:
-
Mode-Z — konfigurasi default dengan downforce tinggi untuk tikungan
-
Mode-X — mengurangi hambatan udara maksimal untuk kecepatan lurus
Tidak seperti DRS yang hanya dapat digunakan di zona terbatas dan dengan jarak satu detik, pengemudi akan dapat berpindah mode di area yang telah ditentukan tiap sirkuit.
Selain itu, Mode Manual Override akan memberikan tenaga listrik tambahan bagi pembalap yang berada dalam jarak satu detik dari rivalnya, dengan ledakan daya 350 kW hingga 337 km/jam dan penambahan 0,5 MJ energi per lap.
“Transisi dari DRS ke pemanfaatan energi sebagai alat penyalipan akan mengubah karakter balapan dan membuatnya lebih tidak terduga,” ujar Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis.
Pembalap Mercedes George Russell meyakini regulasi baru akan menciptakan peluang menyalip di area-area yang sebelumnya mustahil. Sementara itu, Alex Albon dari Williams menilai sistem ini mirip dengan Formula E, dan mengatakan bahwa pembalap dengan kemampuan manajemen taktis terbaik akan diuntungkan.
Fokus Keberlanjutan & Tenaga Listrik
Unit daya 2026 akan mengusung pembagian tenaga seimbang 50:50 antara mesin pembakaran internal dan listrik—melonjak hampir 300% dari tenaga listrik saat ini. Enam produsen mesin telah berkomitmen: Ferrari, Mercedes, Renault (Alpine), Honda, Audi, dan Red Bull Powertrains bekerja sama dengan Ford.
Seluruh mobil juga diwajibkan menggunakan bahan bakar berkelanjutan 100%, yang berasal dari limbah, bahan non-pangan, atau karbon hasil penangkapan atmosfer, sejalan dengan target net zero carbon F1 pada 2030.
Mobil Lebih Kecil, Lebih Ringan, dan Lebih Lincah
Aturan sasis baru akan membuat mobil F1 2026 lebih ringkas:
-
Berat berkurang 30 kg menjadi 768 kg
-
Lebih pendek 200 mm dan lebih sempit 100 mm
-
Lebar ban turun 25 mm (depan) dan 30 mm (belakang)
-
Penurunan downforce 30% dan drag 55%
Pejabat FIA memperkirakan mobil baru akan 1–2 detik lebih lambat pada awalnya, namun membantah spekulasi bahwa kecepatannya akan mendekati Formula 2.
“Kita memulai dari nol — ban baru, mesin baru, sasis baru, regulasi baru — semuanya baru,” ujar Prinsipal Ferrari, Frederic Vasseur.
Musim 2026 akan dimulai dengan tes privat di Spanyol pada 26 Januari, sesi uji coba resmi di Bahrain pada Februari, dan kemudian Grand Prix Australia di Melbourne pada 8 Maret.
