TEHERAN, IRAN – Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, meminta warganya meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan militer gabungan Israel-Amerika Serikat. Ia menginstruksikan masyarakat tetap di rumah sembari memantau instruksi yang akan disampaikan melalui kanal resmi.
Melalui unggahan di platform X @pahlavireza, Sabtu (28/2/2026), Pahlavi menegaskan pentingnya menjaga keselamatan diri di tengah situasi kritis. Ia juga mengingatkan agar warga menyiapkan akses komunikasi alternatif.
“Saya meminta Anda untuk saat ini tetap berada di rumah dan menjaga ketenangan serta keamanan diri Anda,” tulisnya.
Ia mengarahkan publik untuk terus mengikuti perkembangan melalui media sosial, siaran satelit, atau gelombang radio apabila jaringan komunikasi utama mengalami gangguan. Pahlavi menekankan kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari langkah akhir yang telah direncanakan.
“Waspadalah dan bersiaplah, sehingga pada waktu yang tepat, yang akan saya sampaikan secara akurat kepada Anda, Anda kembali ke jalanan untuk tindakan terakhir,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Militer Israel (IDF) langsung memberlakukan status darurat nasional dan menginstruksikan warganya menuju ruang perlindungan.
“Ini adalah peringatan proaktif untuk mempersiapkan publik atas kemungkinan peluncuran rudal menuju Negara Israel,” demikian bunyi pernyataan IDF seperti dikutip The Jerusalem Post.
Laporan media pemerintah Iran membenarkan adanya suara ledakan di ibu kota Teheran. Otoritas pertahanan Israel tengah bersiaga menghadapi potensi serangan balasan, baik dari Iran maupun afiliasi regionalnya.
Pahlavi menyebut serangan tersebut menjadi momentum historis bagi bangsa Iran. Ia meyakini rezim pimpinan Ali Khamenei sedang berada pada fase akhir kekuasaan.
“Rekan-rekan senegaraku yang terkasih, momen-momen yang menentukan nasib ada di hadapan kita,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyasar personel militer dan aparat keamanan Iran. Pahlavi mengingatkan bahwa sumpah pengabdian mereka sejatinya tertuju pada negara dan rakyat, bukan pada struktur kekuasaan yang sedang berkuasa.
“Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung Iran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang menyandera tanah air kita dengan penindasan dan kejahatan,” pungkasnya.