JAKARTA – Sekitar 6.500 warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Tokyo memadati Masjid Indonesia Tokyo untuk menunaikan Salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026) dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan keagamaan ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo bersama Keluarga Masyarakat Islam Indonesia Jepang sebagai bentuk pelayanan bagi diaspora Indonesia di Jepang.
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengungkapkan bahwa jumlah WNI di Jepang saat ini mencapai sekitar 250 ribu orang yang tersebar di berbagai wilayah administratif.
“Alhamdulillah kami dapat bersilaturahmi bersama untuk merayakan kemenangan kembali ke fitrah,” ujarnya.
Kartini menegaskan momen Idulfitri tahun ini menjadi pengalaman pertamanya merayakan hari raya bersama komunitas WNI sejak menjabat sebagai duta besar.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat Jepang.
“Kita harus menghormati norma, budaya dan etika di lingkungan masyarakat setempat,” ucapnya.
Tingginya antusiasme jemaah membuat panitia harus mengatur pelaksanaan Salat Idulfitri dalam lima gelombang berbeda agar seluruh peserta dapat tertampung dengan tertib.
Ketua KMII Jepang, Erwin Avianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari KBRI Tokyo dalam rangkaian kegiatan Ramadan hingga Idulfitri tahun ini.
Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Nasril Albab Mochamad yang mengangkat tema pembentukan karakter insan bertakwa.
Ia diketahui memiliki rekam jejak sebagai pengajar di Pesantren Al Hikam Depok serta pernah memimpin Pesantren Ihyaul Qur’an Al Utsmaniyyah di Cilacap.
Selain itu, Nasril juga pernah menjadi bagian dari program pertukaran dai ke Jepang pada 2019 dan kini menjabat sebagai imam Masjid Indonesia Tokyo sejak 2023.
Usai pelaksanaan salat, para jemaah menikmati hidangan ringan khas Indonesia yang disiapkan panitia sebagai pelepas rindu kampung halaman.
Seorang WNI bernama Poppy mengaku terkesan dengan pengelolaan acara yang dinilai sangat tertib dan terorganisasi.
“Bener-bener tertib pengaturan dari panitia,” ujar WNI yang tingal di Kumamoto itu.
Ia menambahkan, kenyamanan sudah terasa sejak kedatangan jemaah hingga diarahkan ke area pelaksanaan salat.
Sebelumnya, perayaan Idulfitri juga digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jepang di kawasan Shibuya pada Jumat (20/3/2026).
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, memastikan pihaknya akan terus mendukung setiap kegiatan komunitas WNI di Jepang.
“Kami pastikan dukungan pada setiap kegiatan komunitas WNI di Jepang,” kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula.***