JAKARTA – Toilet umum merupakan fasilitas yang sering digunakan banyak orang, namun sekaligus menjadi salah satu area dengan potensi penyebaran bakteri dan mikroorganisme yang tinggi. Setelah mencuci tangan, pilihan metode pengeringan bisa menentukan seberapa bersih tangan yang Anda miliki sebelum menyentuh permukaan lain. Di sinilah terdapat perdebatan penting antara penggunaan hand dryer dan tisu.
1. Bagaimana Hand Dryer Berpotensi Menyebarkan Bakteri?
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hospital Infection, hand dryer terutama tipe jet air dan udara hangat ternyata dapat menyebarkan bakteri ke udara, tangan pengguna, bahkan ke perorangan yang berada di dekatnya. Dalam penelitian ini, para ilmuwan mencontohkan tangan yang terkontaminasi bakteri tidak berbahaya (Lactobacillus) dan kemudian mengukur jumlah bakteri yang terdistribusi di udara saat pengeringan. Hasilnya, jumlah mikroba di sekitar hand dryer jauh lebih tinggi dibandingkan di sekitar dispenser tisu. Bahkan bakteri tetap terdeteksi di udara hingga 15 menit setelah pengeringan selesai.
Fenomena ini bukan tanpa dasar. Toilet umum sering mengalami yang disebut toilet plume, yakni aerosol atau partikel mikroskopis yang tersebar ke udara setiap kali toilet dibilas. Partikel tersebut dapat mengandung bakteri dari feses atau urin yang kemudian tertiup ke permukaan lain. Ketika hand dryer menyedot udara di dalam ruang toilet dan menghembuskannya kembali dengan tekanan kuat, alat ini secara tidak langsung mengedarkan partikel-partikel berbahaya tersebut ke tangan Anda atau ke area sekitarnya.
2. Penelitian Ilmiah Mendukung Kekhawatiran Ini
Studi modern lain yang diterbitkan dalam Scientific Reports juga menunjukkan bahwa hand dryer berkontribusi pada penyebaran mikroba melalui aerosol. Bahkan beberapa penelitian menemukan ratusan spesies bakteri yang mampu bertahan di permukaan perangkat pengering tangan di fasilitas umum. Partikel yang berterbangan ini menunjukkan bahwa meskipun tangan kita telah dicuci, mikroba tetap dapat kembali menempel saat pengeringan.
Selain bakteri, beberapa laporan juga menunjukkan bahwa hand dryer mampu meningkatkan jumlah mikroba yang dihembuskan ke udara, termasuk bakteri yang berasal dari sisa-sisa limbah di udara toilet. Meskipun tidak semua studi menunjukkan bahwa hal ini selalu menyebabkan penyakit, peningkatan jumlah bakteri dan mikroba di udara jelas menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan alternatif lain.
3. Kenapa Tisu Sering Direkomendasikan?
Berbeda dengan hand dryer, tisu bersifat sekali pakai. Ketika Anda menggunakan tisu untuk mengeringkan tangan, air dan mikroba yang menempel pada tangan ikut terangkat dan dibuang bersamaan dengan tisu ke tempat sampah. Dengan kata lain, risiko menyebarkan bakteri ke tangan kembali lebih rendah dibandingkan dengan metode yang meniupkan udara.
Di luar itu, penggunaan tisu tetap memberikan keuntungan tambahan, yakni:
-
Tisu membantu mengurangi jumlah bakteri di tangan karena gesekan saat mengelap tangan juga membantu mengangkat mikroba dari kulit.
-
Tisu dapat digunakan sebagai penghalang saat membuka pintu atau menyentuh permukaan lain di toilet umum setelah mencuci tangan.
-
Tisu umumnya lebih cepat dan mudah digunakan oleh banyak orang sehingga mereka tidak tergoda keluar dari toilet dengan tangan masih basah, yang justru berisiko menempelkan mikroba pada permukaan lain.
4. Apakah Hand Dryer Selalu Berbahaya?
Meski penelitian menunjukkan bahwa hand dryer dapat meningkatkan penyebaran bakteri di udara dibandingkan tisu, bukan berarti semua penggunaannya otomatis memicu penyakit. Banyak ahli menegaskan bahwa risiko terjadinya infeksi dari hand dryer cukup rendah bagi orang yang sehat, asalkan mereka mencuci tangan dengan benar sebelumnya.
Namun, bagi mereka yang imunitasnya rendah, anak kecil, atau orang yang sedang sakit, paparan terhadap jumlah bakteri lebih tinggi bisa menjadi lebih berisiko. Oleh karena itu, pilihan lebih konservatif seperti tisu sering dianggap sebagai langkah pencegahan ekstra yang layak dipertimbangkan.
5. Kesimpulan dan Rekomendasi Praktis
-
Hand dryer memang praktis dan minim biaya operasional, namun menurut penelitian ilmiah, alat ini dapat menyebarkan bakteri lebih banyak ke udara dibandingkan dengan penggunaan tisu.
-
Tisu sekali pakai dianggap lebih higienis karena fisikanya membantu mengangkat mikroba dan membuangnya langsung.
-
Untuk kebersihan maksimal di toilet umum, cucilah tangan dengan sabun selama minimal 20 detik, keringkan dengan tisu, dan gunakan tisu tersebut untuk membuka pintu keluar.
Dengan memahami fakta di balik cara kerja hand dryer dan tisu, pembaca dapat membuat keputusan yang lebih sehat dan bijak saat menggunakan fasilitas umum.