JAKARTA – Rivalitas antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di tim Ducati diprediksi bakal menjadi bumbu panas dalam persaingan MotoGP 2025. Hal ini semakin mencuat setelah penampilan mereka pada MotoGP Thailand, ketika Bagnaia sempat membuntuti Marquez sebelum posisi keduanya berubah pada akhir lap. Pada akhirnya, tiga pembalap Ducati berhasil mendominasi podium, dengan Marquez, Alex Marquez, dan Bagnaia mengisi tiga posisi teratas.
Menurut Giacomo Agostini, legenda MotoGP dan juara dunia 15 kali, hubungan antara Marquez dan Bagnaia di dalam tim Lenovo Ducati diperkirakan akan mengalami ketegangan. Agostini menilai bahwa, meskipun kedua pembalap ini sangat profesional, perbedaaan kepribadian mereka bisa menimbulkan kecemburuan di dalam tim. Bagnaia yang lebih metodis dan terintegrasi dengan tim, berbanding terbalik dengan Marquez yang terkenal agresi dan lebih fokus pada kemenangan.
“Pada akhir pekan pertamanya bersama Ducati, Márquez tampak siap untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan, yaitu menang,” kata Agostini, seperti dikutip dari Motosan. Ia juga memperingatkan bahwa meskipun Ducati berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan pembalapnya, ketegangan akan tetap muncul. “Mereka akan cemburu satu sama lain,” ujar Agostini, meramalkan bahwa suasana di balik layar bisa memanas seiring berjalannya musim.
Agostini menambahkan, Marquez yang lebih lapar akan kemenangan dibandingkan Bagnaia, bisa mempengaruhi dinamika persaingan antara keduanya. “Marc jelas lebih lapar dari Bagnaia, dan ini bisa membuat perbedaan,” ungkapnya, menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah menjadi teman baik di dalam tim.
Meskipun Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, berharap Bagnaia bisa mengambil alih kemenangan di seri Argentina setelah Marquez menjuarai MotoGP Thailand, Agostini meyakini bahwa persaingan sesungguhnya akan tetap terjadi di antara kedua pembalap Ducati. “Anda harus memberi mereka berdua materi yang sama dan mereka harus pintar untuk tidak melanggar aturan,” kata Agostini, yang juga mengingatkan bahwa dalam balapan, setiap pembalap hanya fokus untuk menyalip lawan dan meraih kemenangan.
Dengan ketegangan yang diprediksi akan terus berkembang, musim MotoGP 2025 tampaknya akan dipenuhi dengan persaingan sengit antara Marquez dan Bagnaia.