JAKARTA – Seikitnya sembilan warga Israel tewas dan 27 lainnya luka-luka setelah sebuah rudal nalistik Iran menghantam langsung sebuah tempat penampungan umum di Beit Shemesh, Yerussalem Barat Minggu (1/13/2026). Serangan ini menjadi paling mematikan terhadap Israel sejak Iran melancarkan kampanye balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Harian Yedioth Ahronoth yang dilansir turkiyetoday, mengutip layanan ambulans Magen David Adom yang menyebut empat korban luka berada dalam kondisi kritis, termasuk seorang gadis muda. Rudal tersebut menembus sistem pertahanan udara dan mengenai tempat perlindungan umum yang berada di bawah sebuah sinagoge. Rudal pencegat sempat diluncurkan, namun meleset, sehingga memicu penyelidikan Angkatan Udara Israel dan Komando Pertahanan Dalam Negeri.
Militer Israel mengatakan sirene peringatan berbunyi 1,5 menit sebelum benturan. Kini, Komando Pertahanan Dalam Negeri menyelidiki apakah tempat perlindungan tersebut layak digunakan, apakah pintunya tertutup, dan apakah dampak buruk bisa dicegah.
Sementara itu, Uni Emirat Arab melaporkan tiga pekerja asing tewas setelah Iran meluncurkan 165 rudal balistik dan 541 drone ke wilayahnya sejak Sabtu. Di Dubai, kepulan asap terlihat di atas pelabuhan Jebel Ali, salah satu pelabuhan tersibuk di Timur Tengah.