ISRAEL – Iran melancarkan serangkaian serangan rudal balistik ke wilayah Israel sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan balasan ini menembus sebagian sistem pertahanan udara Israel yang berlapis, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan signifikan di sejumlah lokasi sipil.
Hingga Senin (2/3/2026), jumlah korban tewas di Israel akibat serangan rudal Iran mencapai sedikitnya 12 orang, dengan lebih dari 150 orang lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan laporan otoritas Israel dan layanan darurat Magen David Adom (MDA).
Sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow berhasil mengintersep mayoritas proyektil yang diluncurkan. Namun, beberapa rudal tetap berhasil mengenai sasaran secara langsung dan menimbulkan dampak parah di area permukiman.
Serangan paling mematikan terjadi pada Minggu (1/3/2026) di Beit Shemesh, kota di sebelah barat Yerusalem. Sebuah rudal balistik Iran menghantam kawasan permukiman dan menghancurkan beberapa bangunan, termasuk tempat perlindungan bom yang atapnya runtuh akibat hantaman langsung. Menurut MDA, jumlah korban tewas di lokasi tersebut sempat meningkat sepanjang hari, dari enam menjadi delapan, hingga akhirnya sembilan orang. Puluhan warga terluka, dengan sedikitnya dua orang dalam kondisi kritis.
Media Israel melaporkan situasi di lapangan berlangsung kacau, dengan kerusakan luas pada rumah-rumah dan fasilitas perlindungan. Sejumlah orang dilaporkan sempat terjebak di bawah reruntuhan.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (28/2/2026) hingga dini hari 1 Maret, serangan rudal terpisah menghantam kawasan Tel Aviv. Dua perempuan tewas—masing-masing berusia 32 tahun dan 68 tahun, yang meninggal akibat luka saat berusaha mencapai tempat aman—serta lebih dari 120 orang terluka, menurut laporan MDA dan media setempat.
Serangan tambahan juga menyebabkan korban luka di Yerusalem dan sekitarnya, termasuk akibat serpihan proyektil, dengan sedikitnya tujuh orang terdampak di ibu kota tersebut.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel terus mengeluarkan peringatan kepada warga agar tetap waspada. Sirene serangan udara berbunyi berulang kali di wilayah tengah dan utara negara itu, memaksa penduduk berlindung di tempat aman.
Konflik ini merupakan eskalasi langsung pasca-kematian Khamenei, yang dikonfirmasi pemerintah Iran pada 1 Maret 2026, menyusul operasi militer gabungan AS-Israel yang menargetkan pemimpin dan fasilitas strategis di Teheran. Iran menyatakan serangan balasan ini sebagai pembalasan atas apa yang disebut sebagai agresi terbuka.
Situasi tetap tegang dengan potensi gelombang serangan lanjutan dari kedua belah pihak.