JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana membangun rumah susun bersubsidi setinggi 20 lantai dengan total 1.208 unit di kawasan Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa proyek ini difokuskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini kesulitan memiliki tempat tinggal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
“Kota Bandung sudah lama tidak membangun rusun. Kami mengapresiasi Wali Kota (Bandung) Farhan yang bisa melakukan terobosan dengan mendorong pembangunan rusun subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis (19/2/2026).
Maruarar menekankan bahwa pihaknya menyiapkan tiga strategi utama agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran, yaitu memperkuat regulasi sektor perumahan, meninjau langsung kawasan sekitar lokasi pembangunan, serta mengatur skema pembiayaan agar proyek ini berkelanjutan dan tetap terjangkau.
“Pertama, memperkuat regulasi. Kedua, turun langsung ke lapangan untuk mengetahui ekosistem di sekitar lokasi agar tepat sasaran. Ketiga, pengaturan pembiayaan agar proyek ini berkelanjutan dan terjangkau,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rusun tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tetap namun belum memiliki hunian pribadi di wilayah Kota Bandung.
Di sisi lain, Wali Kota Bandung, Farhan, menyambut baik rencana tersebut dan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan segera merealisasikannya dalam bentuk rumah susun milik (rusunami) di atas lahan milik Pemkot Bandung.
“Secepatnya kami akan membangun rusun subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam bentuk rumah susun milik. Tanah di sini merupakan milik Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.
Farhan menambahkan, pemerintah kota bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turut memberikan dukungan pembiayaan berupa subsidi agar program perumahan vertikal ini bisa berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi warga yang membutuhkan.***