JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan ketangguhan pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), menguat enam poin atau sekitar 0,04 persen ke posisi Rp16.888 per dolar AS dari sesi sebelumnya yang berada di Rp16.894 per dolar AS.
Penguatan rupiah hari ini disebut tidak lepas dari ekspektasi positif pelaku pasar terhadap komitmen kerja sama strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement Toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, Jumat ini.
Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Perjanjian yang ditandatangani di Washington DC itu menjadi langkah monumental dalam memperkuat kemitraan antara dua ekonomi besar di Indo-Pasifik.
Di dalamnya, terdapat 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, rencana penurunan tarif ribuan produk ekspor-impor, serta komitmen pembelian energi dan pesawat terbang sebagai bagian dari implementasi kerja sama.
Langkah diplomatik tersebut sekaligus membuka babak baru hubungan ekonomi RI–AS yang berbasis pada prinsip keberlanjutan, investasi produktif, dan daya saing global.
Lebih jauh, Ibrahim menambahkan bahwa perjanjian ekonomi akan menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan RI-AS, memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global.
Ia menuturkan, kedua kepala negara juga meminta para menteri segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis agar manfaatnya terasa langsung pada ekonomi nasional.
Di sisi lain, pasar global tengah mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari yang bernada hati-hati namun tetap cenderung hawkish, memperkecil peluang penurunan suku bunga jangka pendek.
Data ekonomi terbaru memperkuat posisi dolar AS dengan turunnya klaim pengangguran awal menjadi 206 ribu pada pekan yang berakhir 14 Februari—lebih baik dari perkiraan 225 ribu dan menurun dari 229 ribu sebelumnya.
Sentimen juga diperkuat oleh laporan Indeks Manufaktur Federal Reserve Philadelphia yang naik ke level 16,3 pada Februari, mengungguli ekspektasi 8,5.
Fokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal keempat, Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan indeks PMI Global S&P yang akan dirilis malam nanti.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ditutup menguat di level Rp16.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.925 per dolar AS, menandakan penguatan konsisten rupiah di tengah dominasi dolar yang relatif stabil.***