JAKARTA – Kerja sama keuangan antara Indonesia-China terus memasuki babak baru melalui pemanfaatan transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) serta penerapan kode QR pembayaran lintas batas.
Kolaborasi strategis ini tidak hanya memperkuat fondasi perdagangan kedua negara, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih efisien dan modern.
Dalam kampanye bersama yang digelar pada Kamis (11/9), Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng menyoroti capaian nyata dari hubungan Indonesia-China di sektor keuangan.
Ia menekankan bahwa kerja sama politik dan ekonomi yang erat menjadi landasan kuat bagi penguatan instrumen keuangan, termasuk transaksi mata uang lokal yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pan menambahkan, ke depan kerja sama perlu difokuskan pada penyelarasan sistem pembayaran, peningkatan mekanisme clearing system, memperluas pemanfaatan mata uang lokal dalam perdagangan, membangun pasar modal yang lebih kokoh, hingga menyiapkan langkah untuk menghadapi perkembangan mata uang digital.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai bahwa sinergi erat antara BI dan PBOC memberikan dampak signifikan bagi stabilitas keuangan kedua negara.
“Transaksi mata uang lokal rupiah dan yuan membantu memperkuat kemampuan keuangan kedua negara serta mendukung pertukaran perdagangan dan pertukaran antarmasyarakat kedua bangsa,” ujarnya.
Perry juga menegaskan bahwa nilai transaksi LCT Indonesia-China kini jauh melampaui kerja sama dengan mitra dagang lainnya.
Ia optimistis, penerapan QR Code pembayaran lintas batas akan membuka ruang baru dalam pengembangan perdagangan dan ekonomi dengan memberikan kemudahan transaksi sekaligus mendorong digitalisasi sistem keuangan.
Momen simbolis kampanye ini ditandai dengan transaksi pembayaran menggunakan QR Code baru yang dilakukan secara bersamaan oleh Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta dan Perry Warjiyo di Beijing.
Aksi ini menjadi bukti nyata kesiapan kedua negara dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital lintas perbatasan.
Sebelumnya, pada Mei lalu, BI dan PBOC telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kerangka kerja sama transaksi bilateral dalam mata uang lokal.
Kesepakatan ini diyakini akan memperkuat integrasi sistem keuangan serta memperluas manfaat kerja sama strategis Indonesia-China di masa depan.***