JAKARTA – Rusia menegaskan tidak ada komunikasi bilateral yang ditargetkan dengan Amerika Serikat terkait krisis Iran. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, Kamis (5/3/2026).
“Selain apa yang terjadi di platform internasional dan multilateral, dan yang sedang dibahas serta dipublikasikan, tidak ada kontak bilateral yang ditargetkan secara khusus mengenai topik ini,” kata Ryabkov, dilansir dari Sputnik.
Krisis Iran memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan, korban jiwa dari kalangan sipil, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ryabkov juga menyinggung kesepakatan lama antara Moskow dan Washington mengenai saling pemberitahuan peluncuran rudal. Ia menegaskan mekanisme itu masih berjalan baik, termasuk terkait uji coba rudal balistik antarbenua Minuteman III yang dilakukan Amerika Serikat baru-baru ini.
“Perjanjian tentang saling pemberitahuan peluncuran rudal sejak tahun 1988 berjalan dengan baik. Dan kami berharap perjanjian ini akan terus memainkan peran penstabil, menambah prediktabilitas di bidang ini,” ujar Ryabkov.