JAKARTA – Pemerintah resmi menargetkan peletakan batu pertama proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, pada 8 Maret 2026.
Rencana ambisius ini diumumkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebagai langkah nyata mempercepat penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi,” ujar Maruarar Sirait atau Ara, dalam pertemuannya bersama perwakilan Lippo Group di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurut Ara, proyek ini merupakan bagian penting dari Program Nasional 3 Juta Rumah yang kini berfokus pada pembangunan hunian vertikal di kawasan strategis.
Sebelum konstruksi dimulai, Kementerian PKP akan melakukan survei terperinci untuk memetakan kebutuhan dan preferensi masyarakat terkait fasilitas, desain, serta harga yang sesuai daya beli MBR.
“Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” tegasnya.
Kementerian juga memastikan kesiapan ekosistem pendukung seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, hingga sarana transportasi agar kawasan ini mampu menjadi pusat hunian modern yang terintegrasi.
Mengacu pada data BP Tapera, realisasi pembangunan rusun subsidi dalam lima tahun terakhir baru mencapai 140 unit.
Pemerintah pun menggandeng sektor swasta, termasuk Lippo Group, untuk mempercepat pencapaian target hingga 141.000 unit di kawasan Meikarta.
“Kolaborasi seperti ini penting agar program pemerintah berjalan cepat dan tepat,” ucap Ara, mengapresiasi dukungan pihak pengembang.
Langkah ini sekaligus menjadi model baru penyediaan hunian terjangkau di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Proyek rusun subsidi Meikarta diharapkan menjadi contoh integrasi antara lingkungan sosial, fasilitas umum, dan akses ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.***