JATIM – Satuan Pemeliharaan 83 (Sathar 83) Depo Pemeliharaan 80 TNI Angkatan Udara berhasil memverifikasi kesiapan sistem Smokewinder pada armada pesawat tempur F-16 dan T-50i melalui rangkaian pemeliharaan serta pengujian berkala yang ketat. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen TNI AU dalam menjaga kesiapan operasional alutsista utama.
“Satuan Pemeliharaan 83 (Sathar 83) Depo Pemeliharaan 80 secara konsisten memastikan kesiapan sistem Smokewinder pada pesawat F-16 dan T-50i melalui kegiatan pemeliharaan dan pengujian berkala,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, Senin (16/3/2026).
Suadnyana menjelaskan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian integral dari strategi menjaga kesiapan operasional secara keseluruhan. Setiap enam bulan sekali, personel Sathar 83 melaksanakan Operational Ground Test secara rutin. Pengujian ini dirancang untuk memastikan seluruh komponen sistem berfungsi optimal, baik saat mendukung kegiatan demonstrasi udara maupun operasi penerbangan sehari-hari.
Proses pengujian dilakukan dengan disiplin tinggi sesuai prosedur teknis dan standar pemeliharaan resmi TNI Angkatan Udara. Rangkaian kegiatan mencakup tiga tahap utama yang saling berkaitan, yaitu:
- Pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap komponen sistem Smokewinder untuk mendeteksi potensi kerusakan dini.
- Pengujian fungsional yang mensimulasikan kondisi operasional nyata di darat.
- Verifikasi akhir guna memastikan tidak ada celah teknis sebelum sistem dinyatakan siap digunakan.
“Melalui pelaksanaan yang disiplin dan berkelanjutan, Sathar 83 Depohar 80 berperan dalam mendukung kesiapan alutsista TNI Angkatan Udara agar tetap andal dan siap digunakan,” tambahnya.
Langkah preventif ini berdampak langsung pada peningkatan keandalan dua jenis pesawat tempur utama TNI AU. F-16 sebagai pesawat multirole andalan dan T-50i sebagai platform latihan lanjutan kini memiliki sistem Smokewinder yang terjamin, sehingga mampu meminimalkan risiko gangguan teknis saat menjalankan tugas operasional maupun misi demonstrasi udara.
Dengan pendekatan pemeliharaan berbasis jadwal tetap setiap semester, Sathar 83 Depohar 80 tidak hanya menjaga performa teknis pesawat, tetapi juga memperkuat daya tangkal nasional di udara. Kesiapan ini menjadi prioritas strategis TNI AU dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern.
Pemeliharaan berkala berbasis data dan standar internasional tersebut menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara terus mengoptimalkan aset pertahanan tanpa kompromi, memastikan setiap pesawat tempur selalu berada dalam kondisi prima selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.