Satu orang dilaporkan tewas dan 11 lainnya luka-luka di bandara Dubai dan Abu Dhabi setelah Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke seluruh Timur Tengah. Serangan ini merupakan balasan atas operasi militer masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Otoritas di Abu Dhabi mengonfirmasi bahwa sebuah pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan Bandara Internasional Zayed (AUH) berhasil dicegat. Namun, “jatuhnya puing-puing” dari pencegatan tersebut menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.
Sementara itu, Bandara Internasional Dubai (DXB)—bandara tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang—mengalami kerusakan dalam sebuah “insiden” yang melukai empat staf. Ribuan penerbangan dari dan menuju kawasan tersebut kini dihentikan, menciptakan gangguan perjalanan global paling serius sejak pandemi Covid-19.
Serangan Berlanjut ke Pusat Ekonomi
Serangan balasan dari Iran terus berlanjut hingga Minggu, dengan ledakan yang terdengar di Doha, Dubai, dan Manama. Iran menggunakan rudal balistik dan drone untuk menyerang sekutu serta aset-aset AS di sepanjang Teluk, menyusul tewasnya pemimpin tertinggi mereka dalam serangan udara AS-Israel pada Sabtu pagi.
Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait—yang semuanya menjadi markas pangkalan militer AS—menyatakan telah mencegat rudal yang ditembakkan ke arah mereka. Meski demikian, puing-puing yang jatuh menyebabkan kerusakan luas di berbagai titik.
Di Dubai, puing-puing dari “pencegatan udara” memicu kebakaran di pelabuhan laut dalam Jebel Ali, pelabuhan tersibuk kesembilan di dunia.
Ikon Wisata dalam Bahaya
Kawasan elit Palm Jumeirah, kepulauan buatan mewah di Dubai, turut menjadi korban. Hotel bintang lima Fairmont The Palm dihantam ledakan besar. Video yang telah diverifikasi oleh BBC menunjukkan api berkobar hebat disertai asap hitam yang membubung tinggi ke langit.
Otoritas juga mengonfirmasi bahwa puing dari drone yang dicegat menyebabkan “kebakaran kecil” pada fasad luar hotel ikonik bintang lima, Burj Al Arab.
Markas Armada Kelima AS Menjadi Target
Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa bandara mereka mengalami kerusakan setelah ditargetkan oleh drone. Pada Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim telah menyerang markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berlokasi di ibu kota Bahrain, Manama. Kepulan asap hitam besar terlihat membubung dari area dekat pangkalan tersebut.
Sementara itu, kantor berita negara Oman melaporkan bahwa pelabuhan komersial Duqm menjadi sasaran dua drone, yang melukai satu orang pekerja di lokasi tersebut.