BOGOR – Pemerintah Indonesia mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi memiliki hotel di Kota Makkah setelah memenangkan proses bidding kampung jemaah haji. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam agenda retret kabinet. Pemerintah menilai capaian ini sebagai hasil dari diplomasi intensif yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Prasetyo menjelaskan, pencapaian ini juga ditandai dengan perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, otoritas Saudi membuka peluang bagi negara asing untuk memiliki aset properti di wilayahnya, termasuk di kawasan strategis Makkah.
“Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” ujarnya.
Menurut pemerintah, kepemilikan hotel di Makkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama bilateral dengan Arab Saudi di sektor keagamaan dan investasi.
