JAKARTA – Veron Mosengo-Omba resmi mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Jenderal Konfedarasi Sepak Bola Afrika (CAF). Keputusan tersebut datang pada saat organisasi tengah menghadapi periode penuh gejolak, termasuk krisis kepercayaan akibat dua keputusan kontroversial: pencabutan gelar Piala Arfika 2025 dari Senegal dan penundaan mendadak turnamen putri.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip BBC, Minggu (29/3/2026), pria berusia 66 tahun itu menyinggung berbagai polemik sepanjang masa jabatannya. Namun ia menegaskan bahwa dirinya pergi setelah berhasil membersihkan nama baik.
“Sekarang setelah saya mampu menghalau kecurigaan yang selama ini berusaha dilontarkan oleh beberapa pihak, saya dapat pensiun dengan tenang dan tanpa tekanan, meninggalkan CAF dalam kondisi yang lebih makmur dari sebelumnya,” tulis Mosengo-Omba.
Sosok asal Republik Demokratik Kongo berkebangsaan Swiss ini sempat menuai kritik karena tetap menjabat melampaui batas usia pensiun wajib organisasi (63 tahun). Ia juga menghadapi tuduhan menciptakan atmosfer kerja toksik, meski hasil investigasi internal menyatakan dirinya tidak bersalah.
Fokus utama CAF kini tertuju pada sengketa gelar Piala Afrika 2025. Senegal tengah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah kemenangan 1-0 atas tuan rumah Maroko dianulir. Kontroversi bermula dari aksi walk-out pemain Senegal sebagai protes atas penalti di masa injury time. Pertandingan sempat tertunda 17 menit, sebelum akhirnya Senegal mencetak gol kemenangan di babak tambahan. Namun, atas protes Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), CAF memutuskan Senegal kalah WO dengan skor 3-0.
Mosengo-Omba pertama kali ditunjuk sebagai Sekjen pada Maret 2021 untuk mendampingi Presiden CAF, Patrice Motsepe. Setelah pengunduran dirinya, posisi tersebut sementara diisi oleh Direktur Kompetisi CAF, Samson Adamu, sebagai pelaksana tugas Sekretaris Jenderal.