JAKARTA – Upaya mempercepat pemerataan pendidikan nasional mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas dasar di kawasan transmigrasi yang digencarkan pemerintah.
Program tersebut dijalankan pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi dengan fokus pada pembangunan toilet, penyediaan sarana air bersih, serta revitalisasi bangunan sekolah di berbagai wilayah terpencil.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas pendidikan di daerah transmigrasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbaikan sarana pendidikan merupakan fondasi penting untuk membangun generasi masa depan yang lebih berkualitas.
“Begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak, padahal kalau kita buka-bukaan anggaranya ada, bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu, WCnya satu, bagaimana bisa?.”
“Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki WC untuk anak-anaknya,” kata Prabowo, ditulis Minggu (15/3).
Data terbaru hingga Minggu 15 Maret 2026 menunjukkan sebanyak 454 unit toilet beserta sarana air bersih telah dibangun di 27 provinsi yang mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa di kawasan transmigrasi.
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperbaiki sanitasi sekolah yang sebelumnya banyak berada dalam kondisi tidak layak.
Selain pembangunan fasilitas sanitasi, pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sekolah untuk memperbaiki kualitas bangunan dan lingkungan belajar.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 478 sekolah telah direvitalisasi di 27 provinsi yang mencakup 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa di 129 kawasan transmigrasi.
Revitalisasi tersebut meliputi perbaikan ruang kelas, perbaikan atap bangunan, pengecatan ulang, hingga penyediaan berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar.
Perubahan signifikan terlihat di wilayah Sumatra setelah pembangunan 123 unit toilet dan sarana air bersih dilakukan di sejumlah sekolah.
Sekolah yang sebelumnya masih menggunakan fasilitas sanitasi sederhana seperti ember, gayung, serta toilet jongkok kini telah memiliki toilet duduk yang lebih bersih dan layak digunakan.
Perbaikan infrastruktur sekolah juga mengubah bangunan yang sebelumnya kusam dengan cat terkelupas serta atap bocor menjadi lebih rapi seperti bangunan sekolah baru.
Perubahan serupa juga terlihat di wilayah Kalimantan setelah pembangunan 70 unit toilet dan sarana air bersih dilakukan di berbagai sekolah.
Beberapa sekolah yang sebelumnya tidak memiliki fasilitas toilet kini telah dilengkapi sarana sanitasi yang memadai bagi para siswa.
Program revitalisasi juga telah dilakukan di 72 sekolah sehingga kegiatan belajar tidak lagi terganggu akibat ruang kelas yang bocor ketika hujan turun.
Di wilayah Sulawesi, pembangunan sanitasi menjangkau 158 titik pembangunan toilet dan sarana air bersih.
Selain itu, sebanyak 155 sekolah di wilayah tersebut juga telah direvitalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
Program percepatan pembangunan fasilitas pendidikan juga menjangkau kawasan timur Indonesia.
Di wilayah Maluku, pemerintah telah membangun 22 unit toilet dan sarana air bersih di sejumlah sekolah yang berada di kawasan transmigrasi.
Selain pembangunan sanitasi, revitalisasi juga dilakukan di 47 sekolah untuk memperbaiki kondisi bangunan yang sebelumnya kurang layak.
Di kawasan Nusa Tenggara, pembangunan fasilitas sanitasi dilakukan di 57 lokasi sekolah.
Program revitalisasi di wilayah tersebut juga mencakup perbaikan terhadap 51 sekolah yang tersebar di berbagai daerah transmigrasi.
Sementara itu di Papua, pembangunan 24 unit toilet dan sarana air bersih dilakukan bersamaan dengan revitalisasi terhadap 32 sekolah.
Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Pendidikanlah yang menentukan apakah negara ini menjadi negara miskin atau negara yang baik untuk rakyatnya. Karena itu kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah di seluruh Indonesia secepat mungkin,” tambah Prabowo.
Pemerintah berharap lingkungan belajar yang bersih, aman, dan layak dapat menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.***