Dunia kehilangan salah satu ikon aksi terbesarnya. Chuck Norris, seniman bela diri berahang baja yang menjadi simbol maskulinitas Amerika lewat serial legendaris “Walker, Texas Ranger” dan kemudian menjadi fenomena internet melalui berbagai meme populer, dikabarkan meninggal dunia pada usia 86 tahun.
Kabar duka menyelimuti jagat hiburan internasional. Keluarga besar Chuck Norris mengumumkan melalui unggahan Instagram pada Jumat (20/3/2026) bahwa aktor laga yang dicintai dunia tersebut telah mengembuskan napas terakhirnya kemarin pagi.
“Dengan berat hati, keluarga kami membagikan kabar duka atas berpulangnya Chuck Norris tercinta secara mendadak,” tulis pihak keluarga. “Meskipun kami ingin menjaga privasi mengenai detail kepergiannya, ketahuilah bahwa ia dikelilingi oleh keluarga dan berpulang dengan damai.”
Bagi dunia, Norris adalah sosok tangguh yang tak terkalahkan. Namun bagi orang-orang terdekatnya, ia adalah sosok yang jauh lebih lembut. “Bagi dunia, ia adalah seniman bela diri, aktor, dan simbol kekuatan. Bagi kami, ia adalah suami yang berbakti, ayah dan kakek yang penuh kasih, saudara yang luar biasa, dan jantung dari keluarga kami.”
Jejak Karier yang Tak Terlupakan
Nama Chuck Norris abadi lewat perannya selama sembilan musim sebagai Sersan Cordell Walker dalam “Walker, Texas Ranger”. Dengan tendangan roundhouse kick yang ikonik dan kode moral yang tegas, ia mendefinisikan ulang sosok pahlawan penegak hukum di layar kaca.
Sebelum menaklukkan Hollywood, Norris adalah juara dunia karate yang disegani. Salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya adalah ketika ia berhadapan dengan Bruce Lee dalam film klasik “The Way of the Dragon”. Ia juga membintangi deretan film thriller laris tahun 1980-an seperti “Lone Wolf McQuade”, “Missing in Action”, dan “The Delta Force”.
Perjuangan dari Titik Nol
Lahir dengan nama Carlos Ray Norris pada 10 Maret 1940 di Oklahoma, perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Tumbuh besar dengan sosok ayah seorang veteran perang yang berjuang melawan alkoholisme, Norris kecil justru merasa sangat pemalu dan tidak atletis.
“Kebanyakan orang hanya melihat seseorang saat berada di puncak kesuksesan dan berkata, ‘Betapa beruntungnya dia.’ Namun, jalan menuju ke sana sangatlah sulit. Benar-benar sulit,” kenang Norris dalam wawancara dengan The Los Angeles Times tahun 1988 silam.
Kini, sang “pria yang tak bisa dikalahkan” itu telah menyelesaikan babak terakhirnya. Ia pergi meninggalkan warisan berupa keberanian, disiplin, dan dedikasi yang akan terus dikenang oleh jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Selamat jalan, Chuck.