TEHERAN, IRAN – Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan selamat dan dalam kondisi baik usai serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang mengguncang Teheran, Minggu (1/3/2026).
Seorang ajudan dekat Ahmadinejad membantah keras kabar kematian mantan pemimpin tersebut yang sempat ramai beredar di media internasional.
Ia menyampaikan informasi tersebut secara langsung kepada kantor berita Turki, Anadolu, dengan syarat identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
“Saya berkomunikasi dengannya. Semuanya baik-baik saja,” ujar sang ajudan.
Menurut penjelasan ajudan tersebut, serangan itu memang menyasar sebuah bangunan di Teheran yang terkait dengan pasukan pengamanan Ahmadinejad. Akibat hantaman tersebut, tiga anggota pengawal kepresidenan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) gugur.
Namun, kediaman pribadi Ahmadinejad tidak terdampak dan bukan menjadi target langsung. Bangunan tempat tinggalnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi yang diserang.
Sebelumnya, sejumlah laporan media, termasuk dari sumber Israel dan internasional, menyebut Ahmadinejad tewas dalam serangan udara yang menargetkan sejumlah petinggi Iran, termasuk infrastruktur militer dan kepemimpinan senior.
Kabar tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional pasca-serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan beberapa tokoh penting Iran.
Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran periode 2005–2013 dan dikenal sebagai figur garis keras yang kerap mengkritik kebijakan Barat serta Israel.
Konfirmasi keselamatannya ini muncul setelah spekulasi luas mengenai nasibnya di tengah operasi militer yang masih berlangsung.
Hingga kini, pihak berwenang Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait detail serangan terhadap mantan presiden tersebut.