Lewis Hamilton tidak sedang ingin bercanda. Melalui pesan emosional sekaligus tegas di akun Instagram-nya pada Sabtu (21/2/2026), juara dunia tujuh kali ini mendeklarasikan bahwa masa-masa sulitnya telah berakhir.
Setelah menjalani musim debut yang “hancur lebur” bersama Ferrari pada 2025, pembalap berusia 41 tahun ini berjanji bahwa dunia tidak akan lagi melihat sosok Hamilton yang putus asa.
Menelan Pil Pahit Musim 2025
Kepindahan Hamilton ke Ferrari tahun lalu awalnya disambut bak dongeng, namun berakhir menjadi mimpi buruk. Untuk pertama kalinya dalam karier legendarisnya, Hamilton gagal meraih satu pun podium dalam semusim penuh. Ia hanya mampu finis di posisi keenam klasemen, tertinggal jauh dari rekan setimnya, Charles Leclerc.
Titik nadirnya terjadi di Las Vegas, di mana ia harus start dari posisi buncit akibat performa mobil yang buruk. “Untuk sesaat, saya melupakan siapa diri saya yang sebenarnya,” aku Hamilton. Namun, dukungan tanpa henti dari para penggemar menjadi bahan bakar bagi Hamilton untuk melakukan reset mental secara total.
SF-26: Mobil dengan “DNA” Hamilton
Apa yang membuat Hamilton begitu optimis menghadapi musim 2026? Jawabannya ada pada mobil terbaru Ferrari, SF-26. Berbeda dengan mobil tahun lalu yang ia sebut sebagai “warisan” yang tidak cocok dengannya, Hamilton kali ini terlibat aktif sejak hari pertama pengembangan.
“Ini adalah mobil yang ikut saya kembangkan di simulator. Ada sedikit DNA saya di dalamnya,” tegas Hamilton saat tes pramusim di Bahrain. Hubungan batin yang lebih kuat dengan mobil baru ini menjadi kunci rasa percaya dirinya.
Sinyal Bahaya dari Tes Bahrain
Optimisme Hamilton didukung oleh fakta di lapangan. Dalam tes pramusim di Bahrain, Ferrari tampil dominan:
-
Kecepatan Murni: Charles Leclerc mencatatkan waktu tercepat, unggul signifikan dari McLaren.
-
Inovasi Radikal: Desain sayap belakang putar (rotating rear wing) Ferrari menjadi buah bibir di paddock.
-
Ketangguhan: Tim berhasil melahap lebih dari 1.000 putaran tanpa kendala mesin sedikit pun.
Bahkan pembalap Williams, Alex Albon, memberikan testimoni menarik. Menurutnya, regulasi mobil 2026 yang lebih ringan 30kg akan sangat menguntungkan gaya mengemudi Hamilton yang presisi. “Kalian tidak akan melihat pola pikir (terpuruk) itu lagi. Saya tahu apa yang harus dilakukan,” pungkas Hamilton menutup pesannya.