Seorang pria ditangkap polisi setelah melakukan serangan brutal di sebuah pabrik ban di Jepang bagian tengah pada Jumat (waktu setempat). Dalam insiden tersebut, delapan orang ditikam dengan pisau, sementara tujuh korban lainnya mengalami luka akibat cairan yang diduga kuat sebagai pemutih (bleach). Hingga kini, motif pelaku masih belum diketahui.
Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran Fujisan Nanto, delapan korban dilarikan ke rumah sakit setelah diserang menggunakan pisau di pabrik milik Yokohama Rubber Co. yang berlokasi di Kota Mishima, Prefektur Shizuoka, wilayah barat Tokyo.
Pihak pemadam kebakaran menyampaikan kepada The Associated Press bahwa lima dari delapan korban penikaman berada dalam kondisi serius. Namun, rincian lebih lanjut mengenai kondisi para korban belum diungkapkan.
Polisi Prefektur Shizuoka mengonfirmasi bahwa pelaku, seorang pria berusia 38 tahun, telah ditangkap di lokasi kejadian dengan dugaan percobaan pembunuhan. Aparat belum memberikan keterangan rinci terkait latar belakang maupun motif penyerangan tersebut.
Sementara itu, surat kabar nasional Asahi Shimbun melaporkan, mengutip hasil penyelidikan awal, bahwa tersangka membawa pisau jenis survival knife dan mengenakan perlengkapan yang menyerupai masker gas saat melakukan aksinya.
Selain korban penikaman, tujuh orang lainnya juga dilarikan ke rumah sakit akibat terpapar cairan kimia yang dilemparkan pelaku selama serangan berlangsung. Pihak berwenang belum memastikan secara resmi jenis cairan tersebut, namun kuat dugaan merupakan pemutih.
Hingga kini, belum ada informasi tambahan mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain maupun kondisi terkini seluruh korban.
Jepang dikenal memiliki aturan kepemilikan senjata api yang sangat ketat dan tingkat kejahatan kekerasan yang relatif rendah. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir tercatat sejumlah kasus penyerangan menggunakan senjata tajam yang menyita perhatian publik dan memicu kekhawatiran terkait keamanan di ruang publik.