JAKARTA – Gelombang rudal Iran mengguncang Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (1/3/2026), menargetkan sejumlah landmark utama di Dubai. Ledakan terjadi di Palm Jumeirah, sementara puing-puing drone memicu kebakaran di hotel mewah Burj Al Arab. Bandara Dubai, pelabuhan Jebel Ali, serta Bandara Zayed di Abu Dhabi juga terdampak serangan.
Kantor Media Dubai mengonfirmasi sebuah “insiden” di Palm Jumeirah yang menyebabkan kebakaran dan melukai empat orang. Beberapa jam kemudian, saksi mata melaporkan ledakan kedua di lokasi yang sama akibat jatuhnya drone.
UEA menyebut total 137 rudal dan 209 drone ditembakkan ke wilayahnya, sebagian besar berhasil dicegat. Namun, puing-puing dari drone yang ditembak jatuh memicu kebakaran di fasad Burj Al Arab. “Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa sebuah drone dicegat dan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil di fasad luar Burj Al Arab,” tulis Kantor Media Dubai di X, seperti dilansir Hurriyet Daily News.
Bandara Dubai melaporkan empat staf terluka akibat kerusakan ringan di ruang tunggu. Sementara itu, di Abu Dhabi, satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam insiden di Bandara Internasional Zayed. Puing-puing juga memicu kebakaran di pelabuhan Jebel Ali, lokasi strategis yang menampung kapal perang AS.
Bandara dan pelabuhan Dubai menyumbang sekitar 60 persen pendapatan emirat tersebut. Dengan 90 persen penduduknya adalah warga asing, Dubai selama ini dikenal sebagai pusat kemewahan dan glamor.
Iran melancarkan serangan ke seluruh negara Teluk kaya minyak dan gas, kecuali Oman yang berperan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran.