JAKARTA – Kementerian Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan Israel pada Jumat (27/2/2026) dini hari. Kekarasan kembali mencuat di wilayah Palestina meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah memasuki fase kedua sejak bulan lalu.
Badan pertahanan sipil, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, menyebut serangan udara di Gaza tengah menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya secara serius. Serangan pesawat tak berawak di selatan Jalur Gaza tak lama setelah tengah malam menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober, pasukan Israel mundur ke posisi di belakang “Garis Kuning”, namun tetap menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan setidaknya 601 orang tewas sejak gencatan senjata dimulai. Militer Israel menyebut empat tentaranya juga tewas dalam periode yang sama.
Akses Informasi Terbatas
AFP menegaskan pembatasan media dan akses di Gaza membuat angka korban sulit diverifikasi secara independen. Kedua pihak saling menuding melanggar perjanjian gencatan senjata, sementara situasi di lapangan menunjukkan eskalasi kekerasan belum mereda.