JAKARTA – Mantan pemain Timnas Indonesia Elly Idris menilai pemecatan Patrick Kluivert sebagai pelatih sangat wajar.
Ia menegaskan kegagalan membawa Indonesia ke Piala Dunia menjadi konsekuensi logis dari performa buruk tim.
“Itu namanya risiko pelatih. Perbedaan budaya jadi akar masalah komunikasi pelatih dengan pemain,” kata Elly dikuti dari RR, Minggu.
Menurut Elly, Shin Tae-yong justru menunjukkan performa stabil meski sempat alami miskomunikasi dengan pemain.
“Terjadi miskomunikasi antara STY dengan pemain naturalisasi. Butuh kerjasama di luar dan dalam lapangan,” ucap Elly.
Elly menilai Kluivert belum berpengalaman melatih tim besar dan gagal memanfaatkan pemain naturalisasi Belanda.
“Ia belum pernah pegang tim besar. Padahal, hampir 80-90 persen yang main itu naturalisasi,” ujar Elly.
Ia juga menyoroti banyak pemain naturalisasi yang hanya tampil di liga kecil sehingga sulit menunjukkan kualitas.
“Pemain di liga rendah itu kemampuan berbeda. Tak bisa disamakan,” kata Elly menambahkan dalam perbincangan.
Elly meminta pelatih baru harus paham karakter sepak bola Indonesia dan bisa membangun pemain bermental kuat.
“Pelatih harus bisa menciptakan pemain berkarakter, pemain belakang dan gelandang butuh karakter berbeda,” ucapnya.
Sementara itu, pemerhati sepak bola Nil Maizar mengingatkan PSSI agar tak terburu-buru menentukan pelatih baru.
“Kalau untuk pelatih baru untuk tim nasional Indonesia ya harus matang ya,” ujar Nil Maizar dalam RRI Pro 3.
Ia menyebut keputusan itu harus dibahas bersama Exco PSSI agar hasilnya tepat dan berdampak positif bagi timnas.
“Di situ diputuskan siapa yang layak. Tapi yang penting buat saya, siapa yang punya pengalaman luar biasa,” ujarnya.
Nil menekankan pelatih baru sebaiknya punya pengalaman melatih tim nasional negara lain agar adaptasinya cepat.
“Mungkin itu lebih bagus, dia punya experience dan punya knowledge yang bagus,” ucap Nil Maizar menegaskan.***