JAKARTA – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan darurat kepada seluruh warga negara Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Imbauan ini muncul menyusul meningkatnya risiko keamanan pasca serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Peringatan itu disampaikan langsung oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, melalui akun media sosial X miliknya. Dalam unggahan tersebut, Namdar menyebut setidaknya 14 negara yang masuk dalam daftar kawasan berbahaya, mulai dari Mesir hingga negara-negara di ujung timur kawasan itu.
“Departemen Luar Negeri menyerukan kepada warga Amerika untuk segera meninggalkan negara-negara berikut menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena risiko keselamatan yang serius,” demikian pernyataan Namdar sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Selasa (3/3/2026).
Hingga kini, pemerintah AS belum mengatur jalur evakuasi mandiri. Warga Amerika diminta menggunakan penerbangan komersial yang tersedia, meski sejumlah rute penerbangan dilaporkan terganggu di banyak wilayah yang masuk daftar peringatan.
Mesir, negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Timur Tengah, turut masuk dalam daftar tersebut. Meski selama ini hubungan Kairo dengan Teheran kerap tegang, dampak langsung konflik bagi Mesir terbilang minim sejak serangan dilancarkan.
Negara-negara Teluk Arab juga masuk dalam peringatan itu, menyusul serangan drone dan rudal yang dilancarkan Iran sebagai respons atas kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Selain itu, AS juga mendesak warganya untuk hengkang dari Israel, wilayah Palestina, Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah dan tentunya negara-negara yang telah lebih dulu merasakan dampak langsung konflik yang kian meluas.