Scuderia Ferrari resmi menamai mobil Formula 1 mereka untuk musim 2026 sebagai SF-26. Tim asal Italia itu memastikan peluncuran mobil anyar akan digelar pada 23 Januari di markas besar Ferrari di Maranello, sebelum dilanjutkan dengan sesi shakedown di sirkuit uji Fiorano.
Konfirmasi ini muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan keterlambatan program pengembangan Ferrari. Namun, pihak tim menegaskan seluruh persiapan tetap berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami penundaan berarti.
SF-26 dikembangkan secara internal dengan nama sandi Project 678, mengikuti tradisi penamaan Ferrari—“SF” merujuk pada Scuderia Ferrari, sementara angka “26” menandai musim balap yang akan dihadapi. Kepala tim Frédéric Vasseur menyatakan jadwal pengembangan berlangsung ketat, dengan perakitan akhir mobil ditargetkan rampung hanya sehari sebelum peluncuran, yakni pada 22 Januari.
Sejumlah laporan media Italia sempat mempertanyakan progres Ferrari, terutama karena tim belum menyelesaikan uji nyala mesin penuh pertama—tahapan krusial yang telah lebih dulu dilakukan oleh para rival.
Namun, menurut laporan Motorsport.com, uji nyala mesin tersebut kini dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini, dan Ferrari menegaskan seluruh program berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dua pembalap utama Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, telah menyelesaikan sesi pemasangan kursi untuk SF-26. Selain itu, sasis mobil baru ini juga telah dinyatakan lolos uji tabrak FIA. Keduanya juga dijadwalkan ambil bagian dalam sesi pemotretan promosi menjelang peluncuran resmi.
Musim 2026 menjadi titik krusial bagi Ferrari setelah kampanye 2025 yang mengecewakan. Tim Kuda Jingkrak hanya finis di peringkat keempat klasemen konstruktor tanpa satu pun kemenangan balapan. Hamilton menjalani musim debut yang sulit di Maranello tanpa meraih podium, sementara Leclerc menutup musim di posisi kelima klasemen pembalap.
Sejak April lalu, Ferrari telah mengambil langkah strategis dengan menghentikan pengembangan mobil 2025 dan memusatkan seluruh sumber daya pada proyek 2026.
Keputusan ini sejalan dengan perubahan regulasi besar Formula 1 yang menghadirkan mobil lebih ringan, aerodinamika aktif, unit tenaga hibrida dengan output listrik lebih besar, serta penggunaan bahan bakar sepenuhnya berkelanjutan.
“Ini sekarang atau tidak sama sekali,” ujar Leclerc usai Grand Prix Abu Dhabi. Ia menegaskan seluruh tim sangat termotivasi menyambut era baru regulasi yang dianggap sebagai peluang besar untuk mengembalikan Ferrari ke jalur juara.
Dalam tahap pengujian, Ferrari berencana menggunakan spesifikasi konservatif pada tes pra-musim tertutup di Barcelona pada 26–30 Januari. Fokus utama diarahkan pada keandalan dan korelasi data, bukan performa mentah. Beragam konfigurasi sidepod akan diuji sebelum tim membawa spesifikasi ketiga ke Grand Prix Australia sebagai seri pembuka musim pada Maret mendatang.
Vasseur menekankan bahwa pada sesi awal, prioritas tim adalah pengumpulan data teknis, sembari menjaga performa sebenarnya tetap tersembunyi hingga balapan resmi dimulai di Melbourne.