JAKARTA – Dunia perdagangan internasional kembali menyorot India setelah laporan terbaru State Bank of India (SBI) mengungkapkan bahwa 75 persen produk pertanian India kini menikmati tarif nol persen di pasar Amerika Serikat.
Hal ini tentu akan menghadirkan peluang baru bagi eksportir dan petani di negeri itu.
Langkah ini digadang-gadang akan memperkuat posisi India dalam rantai pasok pertanian global dan memperbesar surplus dagangnya dengan AS yang saat ini mencapai 1,3 miliar dolar AS.
Dampak Langsung bagi Petani dan Ekspor
Menurut laporan SBI, nilai ekspor produk pertanian India yang kini masuk kategori bebas bea mencapai 1,36 miliar dolar AS, sebuah angka yang berpotensi melonjak tajam dalam beberapa bulan mendatang seiring peningkatan permintaan dan daya saing produk.
SBI menyebutkan, “Produk-produk pertanian senilai USD 1,035 miliar dipastikan mendapatkan tarif timbal balik nol persen, yang akan secara signifikan membantu petani dan eksportir India untuk meningkatkan skala usaha mereka,” dilansir The Enonomics News, Kamis (12/2/2026).
Komoditas Paling Diuntungkan
Sejumlah komoditas utama seperti beras, rempah-rempah, biji minyak, teh, dan kopi disebut sebagai sektor yang paling diuntungkan.
Dengan pangsa pasar beras India di AS mencapai hampir 24 persen, kebijakan bebas tarif ini diharapkan mendorong kestabilan harga dan peningkatan pendapatan petani.
Sektor perkebunan seperti teh dan kopi yang selama ini hanya memegang porsi 3 persen dalam ekspor ke AS, juga berpotensi bangkit berkat pembukaan pasar yang lebih luas.
Sektor Perikanan Bangkit dari Tekanan Tarif
Tidak hanya produk pertanian, sektor perikanan India yang sempat terpukul oleh bea tinggi di masa lalu kini mendapat napas baru.
Dengan penurunan tarif hingga 18 persen, eksportir seafood India optimistis dapat memperluas ekspor yang saat ini mewakili 10 persen dari total impor AS di kategori tersebut.
Menurut data laporan, Amerika Serikat mengimpor produk ikan dan invertebrata akuatik senilai 18,84 miliar dolar AS dari seluruh dunia, dan India menyumbang 1,8 miliar dolar AS, atau sekitar 9,6 persen pangsa pasar global kategori ini.
Potensi Surplus Lebih Besar
Selain perikanan, sektor sayuran, buah, dan kacang-kacangan juga berpotensi memperkuat posisi ekspor India yang kini mencatat total 2,89 miliar dolar AS dari nilai impor 81,95 miliar dolar AS oleh AS untuk seluruh kategori pangan.
Dengan tarif nol persen bagi sebagian besar produk unggulan, analis memperkirakan India akan memperluas pangsa pasarnya di AS menjadi lebih dari 5 persen pada 2026.
Hal ini akan menjadikan negara itu sebagai salah satu pemasok utama bahan pangan strategis bagi Amerika Serikat.***
